Kabupaten Tasikmalaya Sabet Treasury Award dari Kementerian Keuangan

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Kabupaten Tasikmalaya mendapat penghargaan Treasury Award dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan itu diberikan setelah Kabupaten Tasikmalaya dinyatakan sebagai pemerintah daerah terbaik ketiga dalam kategori pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2017.

Penghargaan Treasury Award itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas baiknya pengelolaan anggaran. Untuk tingkat pemerintah daereah, kota/kabupaten, ada empat kategori penghargaan yang diberikan, yaitu Implementasi Sistem Informasi Kredit, Kelengkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, Penyaluran Dana Desa, dan Pengelolaan DAK.

Kabupaten Tasikmalaya dapat penghargaan untuk kategori Pengelolaan DAK Fisik 2017, peringkat ketiga setelah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cianjur. Penghargaan itu diperlihatkan Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, dalam rangkaian upacara Hari Kebangkitan Nasional, di halaman Setda, Singaparna, Senin, (21/05).

Ade pun menyampaikan sambutan tertulis Menteri Komunikasi & Informatika, Rudiantara. Isinya menerangkan bahwa Hari Kebangkitan Nasional, diharapkan terjadinya upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatka kapasitas diri yang dibuka oleh berbagi pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

Pengembangan kapasita sumberdaya manusia juga harus diletakan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaaan Indonesia.

“Mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekpresi, dan mendapatkan manfaat darinya. Jangan sampai terpecah belah,”terangnya.

Dalam konteks menghadapi digitalisasi, ia berharap agar seluruh komponen bangsa serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah. Jika dulu bangsa Indonesia terbatas dalam mengakses pengetahuan dan informasi, dengan keterbatasan teknologi untuk komunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk  memperjuangkan kedaulatan bangsa.

“Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serba digital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita, “ajaknya. (red/adv)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here