Jokowi Persilahkan Rakyatnya Mengkritik asal Tidak Asbun

0

Jakarta, Voiceofjabar.com – Presiden Joko Widodo memandang perlu adanya kritik dari rakyat Indonesia terhadap kinerjanya sebagai pimpinan lembaga eksekutif di negeri ini.

Menurutnya, kritik merupakan bagian tak terpisahkan dari ruang lingkup demokrasi. Sehingga tata kelola pemerintahan lewat kebijakan yang diambil pemerintah dapat terkontrol dan berjalan lebih baik dari sebelumnya.

“Kritk itu sangat penting untuk perbaikan kebijakan pemerintah. saya sadar betul bahwa belum tentu pemerintah juga selalu bener. Butuh ada yang mengingatkan,”tandasnya saat mengisi sambutan dalam acara Rapimnas Partai Perindo di Senayan, Rabu, (21/03).

Kendati mempersilahkan rakyatnya melayangkan kritik terhadapnya, Jokowi mewanti-wanti agar substansi kritik tersebut tidak lantas berubah menjadi nyinyiran dan hujatan. Ia mengaku akan terbuka menerima semua kritikan asal tidak asal bunyi.

Ia berharap agar kritik yang disampaikan tidak keluar dari lajur etika dan kesantunan. Sebab, kata dia, etika ketimuran harus jadi ciri khas bangsa Indonesia dalam melakukan perbaikan kebijakan yang dianggap kurang mengena pada sasaran. Termasuk salah satunya melalui kritik membangun.

“Kritik itu tidak asbun. Tidak asal bicara. Harus ada data. Silahkan mengkritik. Tapi tolong bedakan kritik dan mencela. Beda itu. Kritik tapi nyiyir beda juga. Kritik sambil menghujat beda. Kritik tapi fitnah itu beda lagi,”ujarnya.

“Kita harus kembali ke akar budaya kita. Jujur adalah utama ditopang oleh perilaku yang sopan,”katanya. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here