Jika Ketahuan “Nyemen”, Anggota Satpol PP Kota Bandung akan Dipecat

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Selama bulan puasa, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung mengaku siap mengawasi intens terhadap segala kemungkinan terjadinya pelanggaran yang dapat mengganggu jalannya ibadah puasa.

Misal terhadap tempat hiburan yang sengaja beroperasi, panti pijat maupun pedagang kaki lima yang jualan di zona merah seperti di kawasan alun-alun, Kosambi, Dalem Kaum, Dago dan Jalan Merdeka.

“Sesuai dengan surat edaran walikota, semua akan ditertibkan jika kedapatan beroperasi,”katanya Kasatpol PP Kota Bandung, Dadang Iriana kepada VOJ di kantornya, Selasa, (23/05).

Tak hanya itu, objek penertiban juga menyasar para pengemis dan gelandangan yang kerap hadir di keramaian. Untuk tempat hiburan dan panti pijat yang beroperasi, kata dia, akan disegel sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Di luar itu, pihaknya juga tidak akan mentolelir jika ada anak buahnya yang ketahuan ‘nyemen’ alias bocor puasa ngumpet-ngumpet.

Bagi yang berstatus Pegawai Negeri Sipil, kata dia, akan dijatuhi sanksi bertahap. Bagi pegawai honorer, akan langsung dipecat tanpa kompromi.

“Kalau ada anggota satpol PNS akan ditertibkan sesuai peraturan No 53, diturunkan jabatannya, paling berat diberhentikan. Kalau honorer langsung ya dipecat aja,”tandasnya. (yad)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here