Isu Islam Nusantara Dikhawatirkan Merusak Citra Islam Indonesia di Mata Dunia

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Isu Islam nusantara tidak bisa dianggap main-main. Sebab lahirnya kelompok ini hadir di tengah kompleksitas keyakinan masyarakat Indonesia tentang Islam yang selama ini telah eksis. Sebagian golongan masyarakat tidak sekonyong-konyong mau menerimanya. Sehingga memicu benturan pemahaman yang sulit dicari titik temunya.

“Bisa saja Islam nusantara mencederai aqidah umat muslim kalau dinilai ketika membolehkan adat istiadat yang bertentangan dengan syari’at Islam, itu bisa cenderung kepada bentuk murtad, karena ada kecenderungan percaya kepada selain Allah,” ungkap aktivis dakwah yang juga Dekan Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (UNISBA), Dr. Komar Shaleh kepada voiceofjabar.com di kantornya, Bandung, (9/7/2018).

Kendati disodorkan rimbunan referensi argumen logis terkait korelasi makna antara keislaman dan kenusantaraan, ia cenderung khawatir, jika kesepahaman tak kunjung didapat, diskursus Islam nusantara ini dapat merusak reputasi Islam di Indonesia di mata dunia.

“Yang dikhawatirkan pandangan dunia terhadap Islam di Indonesia itu jelek dan menodai reputasinya,”tutupnya.

Sisi lain, kata dia, isu tersebut teramat riskan dan berpotensi memecah kerukunan antar sesama pemeluk Islam sendiri. Terlebih jika isu ini dimanfaatkan oleh kelompok lain demi kepentingan jangka pendek.

“Inilah yang kita khawatirkan. Sangat rentan dan rawan untuk memecah belah sesama umat islam,”tandasnya.

Ia menyadari jika gagasan nasionalisme yang dibangun oleh Prof. Said Agil Siradj itu merupakan landasan pemikiran dalam mempertahankan aspek budaya nasional yang terakomodir dalam sebuah komunitas Islam nusantara.

Namun demikian, sambung dia, jika keberadaanya belum disepakati bersama oleh seluruh pemeluk Islam Indonesia, kekhawatiran seperti yang ditulis di atas benar-benar terjadi. Makna Rahmatan Lilalamin pun menjadi sempit.

“Jadi jangan membatasi dan memaknai Islam rahmatan lil alamin disempitkan menjadi Islam nusantara. Yang punya islam itu tidak hanya di indonesia, tapi dimana-mana,”pungkasnya. (rn/voj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here