Inilah Jeritan PKL saat Harga Sembako Naik

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandung mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok. Mulai telur, daging ayam, terong dan tomat. Kenaikan itu terasa amat mencekik terutama pasca lebaran lalu.

“Telur naik dari 20.000 jadi 28.000 per kg, daging ayam dari 30.000 jadi 43.000 per kg, terong 12.000 per kg, tomat biasa 5.000 sekarang jadi 9.000, harga cabe biasanya 1/2 kg 10.000 sekarang jadi 25.000,” keluh bu Wati (53) salah seorang seorang warung nasi di bilangan Kebon Jati, Bandung, Selasa, (10/07).

Ia mengaku penghasilannya menjadi tergerus gara-gara kenaikan harga sembako tersebut. Nyaris tak ada laba yang didapat. Alih-alih memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Cuma bisa balik modal, buat jajan anak juga masih kurang, paling kalau dipake jajan anak belanja dikurangi,”ujarnya.

Tak hanya bu Wati, seorang pedagang mie ayam pak Dana (48) juga mengeluhkan hal sama. Kenaikan bahan pokok mie ayam seperti kecap, saos, ayam, sayur sosin benar-benar menyulitkan bisnisnya.

“Harga ayam jadi 43.000 per kg, sayur sosin dari 4.000 per kg jadi 9.000 per kg. pokoknya semuanya naik sedikit-sedikit,”ucapnya.

Kenaikan itu pun berimbas pada minimnya pendapatannya sehari-hari. Terlebih ia justru tidak berani menaikkan bandrol mie ayam per porsinya.

“Dari modal 400.000 paling dapet untung 150.000. Itu pun kalau habis dagangan. Menjual mie ayam juga tetap sama harganya satu mangkok 10.000 tidak dinaikan,”katanya. (rn/voj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here