Iklan Kampanye Diawasi Ketat, Paslon Diminta Patuh

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Bawaslu Jabar, KPU Jabar, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar dan Komisi Informasi Jabar menyepakati rumusan bersama terkait pengawasan iklan layanan masyarakat di media cetak dan elektronik menjelang tanggal pencoblosan 27 Juni 2018 mendatang.

Seluruhnya sepakat akan menindak tegas pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang kedapatan melanggar ketentuan publikasi iklan sebagaimana telah diatur dalam peraturan KPU. Ketentuan itu mengatur jam tayang dan durasi iklan kampanye selama 14 hari terhitung sejak tanggal 10 hingga 23 Juni 2018.

“Ketentuan itu sudah disepakati paslon dan KPU. Frekuensi dan posisi iklan harus sama agar adil,”kata Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto dalam rapat koordinasi pengawasan kampanye di media antara Bawaslu, KPU, KPID, dan KI di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kamis (7/6/2018).

Oleh karena itu, kata dia, berangkat dari rumusan kesepakatan tersebut, pihaknya akan mengawasi ketat seluruh tayangan iklan di seluruh media massa selama rentang waktu 14 hari itu. Jika ada paslon yang tidak patuh, pihaknya tak segan memberi sanksi berat. Bahkan bisa dipidana.

“Tentu disesuaikan dengan kadar pelanggaran yang dilakukan. Kalau ada iklan tayang di luar jadwal yang ditentukan berarti itu sudah pidana,”tandasnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan rapat koordinasi tersebut agar terciptanya koordinasi pengawasan pelaksanaan tahapan pilkada, saling tukar data dan informasi, mempercepat proses penanganan laporan dan kajian dugaan pelanggaran serta sebagai forum kerjasama dan sinergitas dalam pengawasan pelaksanaan tahapan pilkada serentak di Jawa Barat Tahun 2018.

“Yang pada akhirnya output kegiatan penandatangan bersama ini akan menghasilkan kerjasama dan sinergitas dalam pengawasan tahapan pilkada dan terwujudnya penyelenggaraan Pilkada serentak di Jawa Barat yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” pungkas Harminus.

Tahap Kampanye Sangat Strategis

Komisioner KPU Jabar, Agus Rustandi mengatakan tahap kampanye merupakan tahapan yang paling penting dan strategis dalam Pilgub Jabar 2018. Tahapan ini sesungguhnya memberi ruang bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur memperkenalkan visi, misi, dan program kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan memiliki informasi yang cukup dalam menentukan pilihannya.

“Dalam iklan kampanye itu, setiap Paslon memperkenalkan diri dan kegiatan yang akan dilakukan setelah terpilih. Jika kesempatan itu tidak dimaksimalkan, maka masyarakat tidak memiliki informasi yang cukup dari Paslon. Dan jika ini terjadi, maka sulit membentuk pemilih yang cerdas dan berkualitas,” sebutnya.

Agus mengapresiasi kesepakatan bersama antara Panwaslu dengan KPU, KPID, dan KPU Jabar dalam melakukan pengawasan iklan di media massa.

“Gugus tugas ini diharapkan memperkuat kerjasama stakeholder dalam mengawasi pelaksanaan kampanye di media massa,” ungkapnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here