Hilangkan Ego Parpol, Cawagub Emil Ditentukan Lewat Konvensi?

0

BANDUNG, voiceofjabar.com – Partai koalisi pendukung Ridwan Kamil berencana akan menggelar konvensi untuk menentukan calon wakil di pilgub Jabar. Ide tersebut muncul di tengah ketidakjelasan siapa sebenarnya calon wakil pendamping Walikota Bandung itu. Apakah Uu Ruzhan dari PPP, Daniel Muttaqien dari Golkar ataukah Syaiful Huda dari PKB?

Ketua DPW Partai NasDem, Saan Mustopa menjelaskan bahwa keputusan untuk menggelar konvensi tersebut baru akan dilakukan jika semua partai koalisi dan juga Ridwan Kamil menyepakati. Sementara ini, NasDem dan PKB sudah satu suara untuk hal ini.

“Jadi untuk memastikan rencana itu, kita mesti bertemu Kang Emil dulu. Baru nanti kita lihat seperti apa kelanjutannya,” katanya usai menggelar pertemuan dengan Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat syaiful Huda, dan Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Ade Munawaroh, di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (6/12).

Menurut Saan, ia tidak mempersoalkan jika mekanisme tersebut digunakan sebagai salah satu proses memilih calon wakil gubernur. Karena, cara bermusyawarah ini dinilai positif agar lebih meyakinkan Emil dalam menentukan kandidatnya.

“Karena kan mendengarkan masukan dari tokoh-tokoh Jawa Barat, dari masyarakat juga,” katanya.

Namun, kata dia, jika resmi digunakan, ia meminta peserta konvensi dibatasi yakni hanya dari partai pengusung, dalam hal ini yang meraih rekomendasi dari masing-masing pimpinan pusat. Dibatasinya peserta ini, untuk mempermudah proses konvensi tersebut.

“Kalau (pesertanya) ditambah lagi dari luar (partai pengusung), nanti susah lagi, ramai lagi,” katanya.

Saan pun menilai, seluruh calon wakil gubernur yang diusulkan partai pengusung memiliki kualitas yang mumpuni untuk menjadi pendamping Emil. Mereka merupakan kader terbaik partai yang juga bisa memenuhi harapan masyarakat.

“Enggak usah kita ragukan lagi kemampuannya. Mereka kader terbaik, makanya partai mengusulkan,” katanya.

Saan mengatakan, panelis di konvensi harus memiliki integritas yang baik agar penilaiannya obyektif. Bahkan, ia meminta agar penguji tidak memiliki afiliasi dengan salah satu partai. “Yang benar-benar independen. Yang tidak terkait dengan partai apapun, supaya benar-benar clear. Jangan sampai ada yang meragukan independensinya,” katanya.

Oleh karena itu, Saan pun memastikan, komposisi panelis masih dimungkinkan untuk berubah, tidak seperti yang Emil ungkapkan nama-namanya. “Makanya kami mau bertemu Kang Emil juga, salah satunya untuk membicarakan itu ,” katanya. (red)

sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here