“Hiduplah Seperti Tukang Parkir”

0
KH. Zainudin MZ foto: IST

Voiceofjabar.com – Dai sejuta umat, KH Zainudin MZ (rohimahullah) dalam beberapa tausiahnya kerap kali mengajak jamaah untuk meneladani akhlaq tukang parkir. Ia kerap mencontohkan tukang parkir sebagai makhluk Allah yang paling adem hidupnya. Cuma dua poinnya: tukang parkir tidak pernah jumawa dan tidak pernah sedih.

“Coba lihat tukang parkir, sekalipun mobil banyak, merknya bagus-bagus gak pernah sombong. Nanti pas mobil hilang satu per satu habis sama sekali, dia gak sedih tuh. Anteng aja dia mah”ucapnya seraya disambut tawa jamaah mengutip salah satu ceramahnya di salah satu channel youtube.

Ia menegaskan perumpaan tersebut terlihat spele dan sederhana namun bermuatan tasawuf yang sangat dalam dan sejatinya kita bisa mengambil pelajaran darinya.

Kenapa tukang parkir tidak sombong & sedih? Karena tukang parkir tidak merasa memiliki namun merasa dititipi.

“Namanya titipan ya kudu dijaga baik-baik. Dititipi ko sombong, gak pantes dong,”kata pak kyai.

Berikut beberapa pelajaran yang dapat dicerna dari sikap hidup tukang parkir:

Amanah

Sekalipun di lahan parkirnya berjejer mobil-mobil, namun tukang parkir tidak pernah mengatakan “itulah mobil-mobil saya” karena tukang parkir tahu mobil-mobil itu bukanlah miliknya, melainkan ia hanya dititipkan amanah oleh si pemilik mobil tersebut. Oleh karena itu tukang parkir tidak merasa berat ketika mobil-mobil tersebut beranjak pergi.

Manusia hendaknya sadar bahwa hartanya, keluarganya, jabatannya semata-mata bukanlah miliknya, tetapi sebagai sebuah amanah yang dipercayakan Tuhan kepada manusia untuk dikelola dengan benar. Jadi sepatutnya manusia tidak mengeluh saat hartanya, keluarganya, jabatannya diambil kembali kapan pun oleh Tuhan sebagai “Sang Pemiliknya”.

Mawas Diri

Semakin mewah mobil yang diparkirkan, tukang parkir justru bukannya bertambah senang, karena ia tahu dirinya harus menambah tenaga ekstra untuk menjaga mobil-mobil yang sangat mahal perawatannya tersebut.

Semakin tinggi permintaan kita kepada Tuhan, semakin besar pula konsekuensinya bila kita tidak mampu untuk menjalaninya. Terkadang Tuhan tidak mengabulkan doa kita, karena Tuhan lebih tahu kita tidak mampu untuk menjalaninya hingga kita pun pada akhirnya jatuh terperosok atau binasa karena permintaan kita tersebut.

Oleh karena itu hendaklah manusia selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan kepada dirinya. Karena mungkin itulah yang terbaik untuk kita, dan bisa jadi terkabulnya do’a kita terjadi di lain waktu.

Konsisten

Tukang parkir tetap memperlakukan sama apapun mobilnya, mewah atau tidak, dikenal atau tidak. Sehingga lahir tanggunjawab hidup dalam dirinya untuk merawat kendaraan yang bukan miliknya itu. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here