“Hardiknas Jangan Hanya Ceremonial”

0

BANDUNG, Voiceofjabar.com –  Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal dua Mei diharapkan tidak sekedar ceremonial. Demikian kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan di halaman Gedung Sate Bandung, Selasa (02/05).

“Jangan semata-mata seremoni tapi menjadi momentum untuk membangun semangat pembangunan pendidikan. Kita akan percepat pemerataan dan kualitas pendidikan karena inilah kunci keberhasilan suatu bangsa,” tegas Aher.

Dalam hal ini, Pemprov Jabar, pasca alih kelola kewenangan SMU/ SMK ke Pemerintah Provinsi, akan membangun Sekolah Terbuka untuk dua kelompok masyarakat yaitu untuk masyarakat yang sudah lewat masa sekolahnya.

“Katakanlah yang sudah berumur 25 tahun tapi belum sekolah SMU atau SMP maka kita buka sekolah terbuka untuk mereka,” ujar Aher.

Kolompok yang kedua, lanjut Aher, selain akan membangun SMU/ SMK Negeri di setiap Kecamatan, Sekolah Terbuka ini juga akan didirikan bagi kelompok masyarakat yang tinggal di pelosok terpencil yang sulit dibangun SMU Negeri karena sedikit jumlah siswanya.

“Maka disitu akan kita bangun Sekolah Terbuka, kurikulumnya tentu distandarisasi seperti umumnya,” ucapnya.

“Ini untuk pemerataan dan kualitas pendidikan sehingga IPM kita naik dan berdampak pada peningkatan APK juga,” tambah Aher.

Rencananya, Sekolah Terbuka ini akan dibangun sebanyak-banyaknya di seluruh pelosok Jabar dengan anggaran yang sudah disiapakan.

Dampak positif ketika pendidikan tersebut merata di seluruh Jabar minimal tingkat SMU, maka Jabar akan memiliki SDM unggul dan berkualitas melalui pendidikan yang unggul pula.

“Yang jelas kita berharap lulusan sekolah di Jabar betul-betul lulusan berkualitas, bermoral, punya keterampilan dan profesionalisme tinggi, itulah pesan revolusi mental yang akan terus kita kerjakan,” ungkap Aher.

Tahun 2017 ini, Dinas Pendidikan Jabar mengawali tugasnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018 pasca alih kelola SMU/ SMK ke tangan Pemerintah Provinsi awal tahun 2017 lalu. Disdik Jabar akan membuka PPDB dengan jalur normal, jalur prestasi yang sudah di verifikasi dan jalur tidak mampu yang dikelola secara proporsional.

“Kita buka tentu ada jalur normal, prestasi yang sudah diverifikasi, ada juga jalur tidak mampu secara proporsional,” tutur Aher.

“Kita juga akan onlinekan pendidikan ini sampai ke pelosok supaya keliatan semua Kepseknya siapa, muridnya berapa, lokasinya dimana,” pungkasnya. (yad)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here