Hafal 30 Juz, Mahasiswa Tuna Netra Raih Juara I di STQ Jabar

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Seleksi Tilawatil Quran XV tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017 usai sudah. Para juara pun diumumkan pada malam penutupan, Kamis malam, (12/04). Berdasarkan keputusan Dewan Hakim, kontingen Kabupaten Bandung meraih tropi paling banyak.

Salah satu yang kami soroti adalah cabang Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) atau lomba hafalan al-Quran kategori putra dewasa 30 juz.  Peringkat pertama berhasil disabet oleh Hadian Akbar (22) asal Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Prestasi yang diraih Hadian turut mengundang haru dan decak kagum dari para hadirin. Bagaimana tidak, putra pasangan Amir Muda dan Neneng Setiyati itu terlahir tanpa penglihatan normal alias tuna netra. Padahal ia harus bersaing dengan puluhan kandidat dari kabupaten/kota lain.

“Alhamdulilah senang sekali,”ujarnya kepada VOJ usai menerima tropi penghargaan yang diberikan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Mahasiswa fakultas keguruan di salah satu perguruan Islam di Cicalengka itu mengutarakan bahwa ia mulai menghafal al-Quran sejak tahun 2012 dengan metode Digital Braille. Dalam kurun waktu tiga tahun, 30 juz al-Quran berhasil dihafalnya.

Diakuinya, menghafal al-Quran tidaklah mudah. Terlebih bagi penyandang disabilitas seperti dirinya. Bahkan setelah hafal, kemungkinan lupa ayat itu ada. Maka dari itu, untuk menjaga agar ayat-ayat Quran terus melekat di ingatan, ia harus mengulang hafalannya berkali-kali.

“Kalau lupa itu mungkin saja namanya manusia tapi kita harus menjaganya dengan sering mengulang,”kata mahasiswa yang bercita-cita jadi guru itu.

Di ujung obrolan, ia sempat mengajak anak-anak muda muslim agar mulai mencintai al-Quran sejak dini. “Mari sama-sama kita jangan tinggalkan salat, jangan lupakan al-Quran,”pesannya

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun mengaku kagum atas kacakapan Hadian Akbar dalam menghafal al-Quran. Baginya, apa yang dilakukan Akbar adalah bukti nyata bahwa penglihatan nurani lebih tajam ketimbang mata lahiriah.

“Kita bangga ada penyandang difabel jadi juara 30 juz. Tentu ini diharapkan jadi motivasi bagi kita yang melihat-melihat ini untuk juga bisa mengahafal. Malu lah kita. Semoga STQ ini jadi momentum untuk menanamkan kecintaan kita kepada Quran sebagai pedoman, imam dan rujukan kehidupan kita,”terang Aher. (yad)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here