Gong Perdamaian Dunia Ciamis Ajarkan Keluhuran & Jati Diri

0

Ciamis, Voiceofjabar.com – Selain bersafari ke sejumlah pesantren di wilayah Priangan Timur, bakal calon Gubernur Jawa Barat, Anton Charliyan juga sempat mengunjungi salah satu situ budaya Karang Kamulyan, Kabupaten Ciamis, Rabu, (20/12).

Bagi Anton, tempat ini teramat istimewa sebab memilik jejak sejarah yang bernilai luhur. Di tempat ini pula, mantan Kapolda Jabar itu pernah memprakarsai pembangunan Gong Perdamaian Dunia. Tepatnya pada tanggal 09 September 2009 lalu.

“Ini (gong) saya yang buat dulu sebagai simbol kekuatan. Artinya kekuatan yang sesungguhnya ada dalam kedamaian dan kerendahan hati. Kalau dalam Islam, rahmatan lilalamain. Maka dibuat ini gong perdamaian dunia,”katanya kepada awak media.

“Saya buat agar bangsa Indonesia ingat bahwa kita adalah bangsa damai. Warga Jabar itu pecinta damai sejak dulu. Rendah hati bukan dengan sombong,”tambahnya.

Anton memaparkan bahwa kerajaan Galuh Ciamis merupakan kerajaan yang cinta damai. Kerajaan Galuh mempunyai ajaran Galih na ti leuwing ati, galuh na diunggal leuweung, galuh na cahyaning ratu. Artinya kepemimpinan yang sejati itu tidak berlandaskan ambisi kekuasaan melainkan karena amanah yang wajib ditunaikan.

“Makanya pesan saya jangan sampai melupakan sejarah agar tahu jati diri kita. Sebab kehancuran suatu bangsa cukup dengan menghancurkan budayanya,”tandasnya.

Sebagaimana diketahui, gong perdamaian dunia (World Peace Gong) tersebut memiliki diameter 333 cm, yang diberi gambar bendera dari 218 negara di dunia, serta sepuluh agama yang ada di dunia.

Pada bagian tengah gong terdapat gambar bola dunia. Sedangkan pada bagian belakang gong yang berwarna kuning keemasan tersebut juga terdapat sebilah keris.

Selain itu, di lokasi tersebut dicanangkan sebagai Kuta Galuh Purba Karang Kamulyan. Berjarak kurang dari satu meter di depan Gong, terdapat kolam ikan mas kumpay sebagai ikon perdamaian dunia.

Menurutnya ikan mas kumpay merupakan satu-satunya hewan yang tercatat dalam prasasti Sang Hyang Tapak di Sukabumi.

Menyinggung dipilihnya Karang Kamulyan sebagai lokasi diletakannya gong super besar itu, dia mengungkapkan salah satu pertimbangannya adalah kawasan tersebut merupakan kota tua yang masih utuh. Selain itu juga adanya perdamaian saat peperangan. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here