Go-Jek di Kota Tasik Disinyalir Beroperasi Tanpa Izin, Ratusan Sopir Angkot ‘Marah’

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Ratusan angkot dari semua jurusan di Kota Tasikmalaya menggelar unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu, (25/07).

Mereka sengaja mogok kerja untuk menyempaikan kekecewaan terhadap wakil rakyat setempat terkait kehadiran Go-Jek atau ojek berbasis aplikasi. Kehadiran Go-Jek di Kota Tasik disinyalir tidak berizin.

Ketua DPC Organda Kota Tasikmalaya, Irwan Nurkomara mengaku waswas dengan keberadaan ojek online di Tasikmalaya. Apalagi jika Pemerintah Kota Tasikmalaya belum secara tegas melakukan penertiban terhadap ojek online ini.

“Angkot telah berkontribusi subsidi terhadap Kota Tasik. Keluhan para sopir angkot sangat masuk akal karena dirugikan dengan berkurangnya penumpang. Kami meminta dewan dan pemerintah kompak menertibakan ojek online ini,”tegasnya saat beraudiensi dengan pimpinan DPRD Kota Tasik.

Pihak Organda Kota Tasik  sendiri mensinyalir Go-jek di Kota Tasik beroperasi secara ilegal. Sebab tak ada sosialisasi maupun pemberitahun kepada pihak organda maupun ojek pangkalan atas pemberlakuan Go-Jek.

Keluhan para sopir angkot tersebut direspon baik oleh Ketua DPRD Kota Tasik, Agus Wahyudin. Ia mengamini keinginan para driver angkor agar Go-Jek dilarang beroperasi di Kotas Tasik.

“Ini masalah nasional. Jadi, kita sepakat harus ada aturan yang jelas tentang Go-Jek ini. Harus segera ditertibkan,”ungkapnya.

Di saat yang sama, ratusan becak pun tak ketinggalan ikut berduyun-duyun mogok kerja menyarakan penghapusan Go-Jek. Beberapa hari lalu, ojek pangkalan juga meneriakan hal sama.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota Tasik sendiri justeru belum bisa mengambil sikap terkait penertiban Go-Jek. Ia beralasan belum ada regulasi dan kewenangan untuk melakukannya.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terkahir, Go-Jek sudah beroperasi bebas di Kota Tasik.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here