Gencarnya Aksi Sosialisasi Bahaya Narkoba oleh Wadah Organisasi Masyarakat, Melahirkan Stigmatis Eksistensi BNNK Garut

0

Narkoba saat ini merupakan musuh utama bagi bangsa Indonesia. Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, dalam hal ini Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri dan instansi terkait lainnya, namun merupakan tanggung jawab masyarakat semua.

Gencarnya aksi sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah, perguruan tinggi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut oleh wadah organisasi masyarakat, melahirkan stigmatis eksistensi BNNK Garut dalam menjalankan peran-fungsinya sebagaimana di atur dalam Perpres No 23 Tahun 2010 terutama dalam pemberantasan narkoba dan zat adiktif lainnya yang telah menjadi konsumsi primer dominan anak usia remaja dalam pergaulan ‘bebas’.

Data informasi media surat kabar pada tahun 2015 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melalui Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit, Marlinda Siti Hana menyampaikan bahwa 435 orang di Kabupaten Garut mengidap HIV. Dari jumlah tersebut 305 orang terjangkit AIDS. 161 orang dari jumlah tersebut meninggal dunia. Dari jumlah tersebut penderita HIV terbanyak adalah laki-laki rata-rata usia 25-39 tahun dan 18 balita tidak termasuk angka balita yang meninggal akibat terjangkit HIV.

Melihat kondisi tersebut, tentu BNN dalam hal ini harus gencar-gencarnya melakukan upaya yang komprehensif baik itu dalam upaya preventif seperti penyuluhan ataupun upaya kuratif dengan konsolidasi dengan aparat berwajib guna memberikan efek jera.

Sementara ini, upaya penyuluhan yang dilakukan oleh BNN sendiri dinilai kurang aktif. Acara Color Run yang digelar yang berlangsung pada Sabtu (24/11) pagi di Lapangan Sarana Olahraga Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, kurang dimintai dan diketahui masyarakat luas.

Penulis Oleh : Raden Irfan NP  

Pengurus Cabang DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Garut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here