Full Day School, Sekda Tasik: “Tidak Segampang itu Memanusiakan Manusia”

0
Sekda Kabupaten Tasik, Abdul Qodir/ foto: Jajang H

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Wacana penerapan sekolah singkat atau full day school belum begitu disambut gembira oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya banyak hal masih menjadi pertimbangan. Sekretaris Daerah Kab Tasik, Abdul Qodir menilai sekolah dengan model seperti itu jangan terlalu dipaksakan. Apalagi bagi wilayah yang belum siap menjalankannya.

“Intinya apa yang diinginkan oleh negara tercapai. Kurikulum harus diselesaikan dengan berapa jam berapa hari substansinya adalah membuat karakter manusia Indonesia mau dua hari tiga hari 4 hari bisa selesai itu tidak jadi masalah,”.

“Itu tergantung kesiapan sarana dan prasarananya. Contohnya Pesantren membentuk karakter itu tidak cukup 5 tahun. Bahkan itu bisa sampai 8 tahun,”terangnya kepada wartawan di Singaparna, Jumat, (14/07).

Akan halnya, terang Qodir, pembentukan karakter anak sangat bergantung pada beberapa elemen yang menyertainya. Di antaranya durasi masa pembelajaran yang lama, kurikulum yang layak serta sarana yang memadai. Namun yang jelas, sambung Qodir, proses pembelajaran harus menyentuh pada esensinya. Bukan sekedar formalitas ceremonial aturan belaka.

“Karena banyak hal yang memang harus diluruskan. Saya tidak mempermasalahkan 4 hari atau 5 hari tapi substansi dari pendidikan yaitu karakter siapa yang akan membentuk karakter itu adalah guru,”tegasnya.

Ia mencontohkan pendidikan psikologi sosial, psikologi pengembangan dan psikologi anak yang baru dapat difahami dan terpadu dalam pembentukan karakter setelah menempuh jangka waktu lama.

“Tidak segampang itu memanusiakan-manusia. Dulu di kita bisa lima tahun enam tahun menjadi sarjana sekarang kan bisa dipercepat 4 tahun bisa selesai,”katanya. (jang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here