Duuh..! Bocah Cabuli Temannya karena Keseringan Nonton 17+ di Hp Ortu

0

Kota Banjar, Voiceofjabar.com – Baru saja usai kasus asusila pencabulan yang dilakukan oleh tersangka Kakek Slutu, yang sudah mencabuli beberapa anak dibawah umur. Kini kasus asusila terjadi lagi di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat. Kali ini dua anak usia 7 tahun mencabuli temannya  sendiri. Kedua bocah ini memaksa korban untuk dicabuli secara bergantian.

Berawal dari sering menonton film 17++ di smart phone orang tuanya. Kedua anak ingusan itu pun terinspirasi untuk mempraktekakannya. Sasarannya bocah perempuan murid kelas satu Sekolah Dasar.

Akibatnya, kedua pelaku yang diketahui masih duduk di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah ini harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Dengan pemeriksaan yang khusus oleh kepolisian, kedua pelaku RS (11) dan AS (10) warga Lingkungan Pintu singa Rt 4/ Rw 18, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar mengaku mencabuli korban akibat pengaruh seringnya menonton film dewasa di hand phone orang tuanya melalui internet. Mereka melakukan perbuatan cabul tersebut pada kamis, (27/4/2017) sekitar pukul 14:00 WIB, di sebuah Madrasah yang berada tak jauh dari rumah tinggal mereka.

Saat ditemui di ruang kerja,  Kepala satuan Resort kriminal Polres Banjar. AKP Syahroni menjelaskan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari beberapa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Pelaku mengajak korban untuk bermain petak umpet di sebuah madrasah di lantai dua. Kemudian pelaku mengajak korban untuk  berhubungan badan. Korban langsung menolaknya, namun salah satu pelaku mengancam kepada korban kalau tidak menuruti pelaku, korban akan dipukuli oleh kedua pelaku.” Tutur AKP. Syahroni kepada awak media.

Syahroni menambahkan, kasus ini terungkap setelah salah satu warga bernama Putri memergoki aksi bejat kedua bocah tersebut, kemudian melaporkan hal tersebut ke orang tua korban. Kemudian orang tua pelaku bertanya kepada korban, korban pun mengaku bahwa dirinya telah diperlakukan tidak senonoh oleh RS dan AS, setelah mengetahui hal ini, orang tua korban melapor ke Polres Banjar.

Kedua pelaku terancam pasal 81 dan atau 82 anak UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. Namun, karena kedua pelaku masih di bawah umur 12 tahun, ada ketentuan di pasal 21 bahwa dalam hal ini anak sebelum umur 12 tahun melakukan tindak pidana, maka penyidik, pembimbing, kemasyarakatan, dan pekerja sosial profesional mengambil keputusan untuk bisa menyerahkan kembali ke orang tua atau mengikutsertakan dalam program pendidikan, pembinaan, dan pembimbingan di instansi pemerintahan yang menangani bidang sosial baik ditingkat daerah maupun pusat.

“Kami tidak menahan kedua pelaku, kami menyerahkan kedua pelaku kepada keluarga masing-masing hingga kasus ini usai. Pada akhirnya akan dikenakan disersi atau menyerahkan ke Lembaga terkait yang khusus menangani kasus terhadap anak.” pungkasnya. (ton)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here