DPRD Jabar Gaet APSI Rumuskan Raperda Pusat Pasar Distribusi

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Bertempat di Hotel Grand Lembang DPRD Jawa Barat Melalui BP ( Badan Penyusun) Perda Inisatif mengadakan acara hearing dengan Asoasasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia ( APPSI) Jawa Barat dalam acara pembuatan Perda Inisiatif Pusat Pasar Distribusi Jawa Barat yang merupakan salah satu fungsi DPRD yaitu adalah fungsi Legislasi selain fungsi controling dan budgeting.

Acara yang digagas oleh Anggota DPRD Fraksi PDIP R Yuanandar Rukhiadi Eka Prawira Komisi II bermaksud membuat peraturan daerah terkait pusat pasar distribusi tersebut bertujuan utama adalah sebagai pengatur kendali kesetabilan harga sembako dipasar rakyat serta memotong mata rantai distribusi barang dari produser kepada konsumen.

Dalam acara tersebut, DPRD Jawa Barat dan Dinas Perindustrian Perdagang ESDM Jawa Barat mengandeng Asoasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia ( APPSI) yang notabene menjadi perwakilan organisasi pedagang pasar. Pada acara tersebut dihadiri oleh beberapa anggota DPRD Jawa Barat serta Kepada Dinas Perindustrian Perdagangan serta beberapa perwakilan pengurus APPSI dari berbagai Kota/Kab Di Jawa Barat.

Pada acara tersebut APPSI Jabar Melalui Sekretaris DPW APPSI Jawa Barat Ir. Nandang Sudrajat yang juga masuk pada Tim Perumus Perda Pusat Pasar Distribusi mengatakan mengakui banyak masukan dari rekan pengurus APPSI Daerah Kabupaten/ Kota dalam penyusunan Perda tersebut.

“Kita dan DPRD Jawa Barat sepakat melalukan hearing dengan para pengurus pasar di Jawa barat dalam menyelesaikan tahapan Perda Inisiatif Pembentukan pusat pasar distribusi, karena mereka yang didaerah lebih tahu secara detail permasalahan yang ada real dilapangan,”kata Nandang.

Sementara itu anggota Komisi Ii DPRD Prov Jabar R Yunandar selaku inisiator Perda Pusat Pasar Distribusi mengatakan pembentukan perda pusat pasar distribusi berujuan utama adalah untuk perlindungan pasar tradisional, penyetabilan harga sembilan bahan pokok untuk memotong mata rantai distribusi agar bisa menekan harga sembilan bahan dipasaran.

“Penyusunan Perda tersebut adalah bentuk keberpihakan kami DPRD Jawa Barat kepada pedagang Pasar Rakyat di Jawa Barat, dengan berbagai persoalan di dalamnya,” pungkas Yunandar.

Koran86.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here