Diskusi Publik HMI Tanggapi Isu Sara dalam Politik

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Negeri Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya menggelar diskusi publik dengan mengusung tema menanggapi isu sara dalam politik, di Tasikmalaya, Rabu, (24/01).

Ketua Umum HMI Komisariat UNSIl Tasikmalaya, Adam Nurul Falah menegaskan diskusi tersebut sengaja digelar berangkat dari kekhawatiran dengan kondisi masyarakat hari ini yang lebih mudah terprovokasi oleh pemberitaan berbau sara di media sosial.

“Kami berharap diskusi ini dapat membawa masyarakat kita lebih bisa memilih dan memilah apa-apa yang ada di media sosial, agar masyarakat kita tidak mudah tergiring oleh satu opini yang opini ini belum tentu kebenarannya,”katanya.

Salah seorang narasumber dari Panwas Kota Tasik, Rino Sundawa Putra mengatakan era serba digital merangsang masyarakat lebih mudah dan cepat mendapatkan informasi. Terlebih kabar yang berseliweran di jejaring media sosial. Sehingga masyarakat kerap cepat mengambil kesimpulan secara subjektif. Entah positif atau negatif.

“Mayoritas masyarakat kita saat ini, cenderung reaktif dalam menanggapi konten ataupun isu yg beredar di media sosial,”katanya.

Sikap itu paling mencolok terlihat dalam momentum pemilihan kepala daerah. Isu sara merupakan isu paling sensitif. Masyarakat sering tergiring oleh opini di media sosial lalu menjadikannya sebagai alat untuk saling cibir, saling nyinyir bahkan saling serang satu dengan yang lain dengan melempar opini yang menjatuhkan reputasi.

“Ini tentunya dapat sangat berpengaruh bagi masyarakat kita kedepannya. Masyarakat kita masih belum bisa memilih memilah informasi-informasi yang masuk ke media sosial, sehingga mereka terus saja mencibir di medsos tanpa tau kebenarannya,”terangnya.

Sementara itu, narasumber lainnya Kasat Intelkam Polresta Tasikmalaya, AKP Didik Rohim Hadi mengatakan memainkan unsur sara dalam politik dapat mengganggu kondusifitas dan memecah belah ketahanan nasional.

“Ini jelas membahayakan. Masyarakat malah terlupakan oleh hal-hal yang tak penting dan melupakan masalah yang lebih krusial seperti masalah pembangunan, kemiskinan dan lain-lain,”katanya. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here