Diduga Gelapkan Uang Jamaah, Priyatin Dipolisikan

0

Jakarta, Voiceofjabar.com – Kasus penipuan berlabel pemberangkatan umroh semakin marak terjadi. Sehingga tak jarang menyeret owner travel umroh ke balik jeruji prodeo.

Namun, kejadian berbeda dialami oleh Owner PT. Garuda Angkasa Mandiri, Mahfud Abdullah. Ia justru melaporkan salah seorang mantan marketingnya bernama Priyatin ke Polres Jakarta Selatan karena diduga telah menggelapkan uang jamaah umroh yang gagal berangkat.

Salah satu kuasa hukum Mahfud, Abdul Syukur Sangadji, SH, menerangkan bahwa kliennya Mahfud Abdullah melaporkan Priyatin dengan Pasal 372 Jo 378 KUHP.
Laporan Tersebut Tercatat Dengan Nomor. LP/1502/K/VII/2019/PMJ/Res Jaksel.

Dimana pada tahun 2018 lalu, sekitar bulan April, kliennya menyerahkan uang kepada Priyatin melalui kantor rekanan klien kami, yaitu PT. Trikarya Pelinem, sebesar Rp500 juta, untuk dikembalikan kepada dua kelompok jamaah yang gagal berangkat, yaitu Kelompok Jamaah Asal Soroako, Makasar dan Kelompok Jamaah Asal Jakarta.

“Namun sampai dengan klien kami melaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan, saudari Priyatin belum juga menyerahkan uang itu kepada masing-masing kelompok jamaah yang dimaksud. Akibatnya, klien kami mendapatkan somasi dari Pengacara Kelompok Makassar,”terangnya.

Maka dari itu, pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Selatan untuk diselidiki lebih lanjut. Ia berharapa Priyatin segera mengembalikan uang itu kepada jamaah. Namun jika tidak, ia meminta aparat mengganjarnya sesuai dengan pasal yang dikenakan.

“Harapan kita kalau bisa uang itu dikembalikan kepada jamaah. Itu yang pertama. Kedua, kalau memang ibu benar atau salah tolong buktikan di muka hukum.
Dihubungi terpisah kuasa hukum Priyatin M.Zakir Rasyidin, mengakui tidak tahu menahu kondisi terkini kasus tersebut karena dirinya tidak mengurusi kasus itu lagi.

” Maaf, salah sambung, silahkan hubungi tim lawyernya yang terbaru, saya gak ngurus kasus itu lagi,”ucapnya.

Sementara itu, kami mencoba mencari keterangan dari Priyatin selaku terlapor. Ia menjawab ringkas.

“Waalaikumsalam’ nanti lsg ke kuasa hukum saya lsg yah,”katanya.

Saat dimintai kontak ponsel kuasa hukumnya, sampai berita ini diterbitkan, Priyatin belum menjawab.

Sebelumnya, Owner PT Garuda Angkasa Mandiri dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri Pada Tahun 2018 yang lalu, atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang jamaah umroh. Sebagai akibat dari perbuatanya tersebut Mahfud Abdullah ditahan selama satu bulan di Rutan Polda Metro Jaya. (zak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here