Dewan hanya Utamakan Agenda Parpol, Rakyat Tak Puas

0

Jakarta, Voiceofjabar.com – Masyarakat tidak puas terhadap kinerja anggota dewan periode 2014-2019.  Sebab para wakil rakyat hanya memprioritaskan agenda partai politik semata.  Bukan aspirasi rakyat.

Demikian diutarakan pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno terkait jajak pendapat Litbang Kompas yang dilakukan pada 18-19 September 2019 terhadap 529 responden.

Dari hasil jajak pendapat tersebut, sebanyak 63,7 responden menyatakan tidak puas dengan kinerja legislasi DPR, 24,4 persen menyatakan puas, dan 11,9 persen menjawab tidak tahu.

“Penilaian rakyat terhadap kinerja DPR  periode ini memang rendah karana kerjanya tidak sesuai dengan ekspetasi masyarakat. Realisasi prolegnas juga tidak maksimal, artinya DPR tidak punya political will, justru sekarang mengebut RUU yang tidak pernah dibahas secara serius,” ujar Senin (23/9/2019).

“Jadi selama empat tahun ini DPR tidak ngapa-ngapain, tapi giliran mereka punya agenda penting untuk parpol, semunya dikebut seperti marathon,” sambungnya.

Maka dari itu, Adi menganggap pandangan masyarakat yang negatif terhadap kinerja DPR periode ini negatif adalah hal yang wajar.

Hal itu diperparah lagi dengan adanya sejumlah aksi penolakan terhadap sejumlah rancangan undang-undang yang hendak disahkan pada akhir masa jabatan.

Penolakan RUU tersebut di antaranya revisi UU KPK yang telah disahkan dan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang kemudian diminta ditunda oleh Presiden Joko Widodo.

“DPR justru di akhir masa jabatannya melakukan manuver-manuver. Mereka ini mengesahkan RUU KPK yang tidak pernah dibahas dalam program legislasi nasional, kemudian secara tiba-tiba UU yang dianggap krusial itu dikebut, sama halnya juga dengan RKUHP, jadi wajar persepsi publik negatif terhadap DPR,” papar Adi.

Sebelumnya, dari hasil dari jajak pendapat Litbang Kompas, mayoritas responden juga tidak puas pada kinerja DPR, baik dalam fungsi pengawasan, legislasi, maupun penganggaran.

Dari tiga fungsi itu, responden paling tidak puas pada fungsi legislasi.

Sebanyak 63,7 responden menyatakan tidak puas, 24,4 persen menyatakan puas, dan 11,9 persen menjawab tidak tahu.

“Hampir dua pertiga publik (57-63 persen responden) menyatakan tak puas terhadap kinerja DPR dalam menjalankan fungsi legislasi, kontrol terhadap jalannya pemerintah, juga dalam membuat anggaran belanja negara. Angka tersebut relatif menetap dari rangkaian jajak pendapat,” ujar peneliti Litbang Kompas Susanti Agustina. (den)

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here