Ombudsman Berhasil Bantu Pulangkan PMI Korban Penipuan Ke Tanah Air

Jakarta,-voiceofjabar.com Dedi Irawan (32) Pekerja Migran Indonesia asal Kota Bandung, Jawa Barat juga Ikrom Hasbuna Husein (38) PMI asal Lampung yang di duga menjadi korban perbudakan dan penipuan yang dilakukan oleh Badan Penyalur PT.Putri Mandiri Abadi akhirnya berhasil dipulangkan Ombudsman dari Negara Saudi Arabia ke Indonesia pada hari Rabu (20/11/2019).

Kepulangan PMI ini berkat kerja keras petugas KJRI Jeddah dan Kementerian Luar Nagri RI atas laporan dari Jurnalis media koran 86.Com kepada Ombudsman RI sejak bulan Agustus 2019 bulan kemarin, menurut pengakuan Dedi ia merasa tertipu pasalnya Badan Penyalur tidak menjelaskan secara terperinci mekanisme kerja di Saudi Arabia sebelum ia di berangkatkan ke tempat kerjanya tersebut ia mengira bahwa dirinya akan diperkerjakan sesuai JOB Order yang ditunjukkan oleh Badan Penyalur tanpa fikir panjang Dedi kemudian menerima tawaran tersebut karena tergiur dengan gaji besar serta waktu kerja yang relevan.

Foto : Dedi Irawan TKI Indonesia Asal Bandung

Dedi mengira dengan bekerja di Negara Saudi Arabia melalui Badan Penyalur PT.Putri Mandiri abadi dapat meningkatkan penghasilan ekonomi keluarganya serta pekerjaan yang ditawarkan pun sangat sesuai dengan keahliannya yaitu sebagai koki /Juru masak tentu saja Dedi tertarik dan berani mengeluarkan uang sebesar 10 Juta rupiah yang di minta oleh petugas Badan penyalur sebagai salah satu persyaratan untuk mengurus surat-surat dan tiket pesawat terbang.

Setelah sampai di Negara tujuan Dedi merasa sangat kecewa karena pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang di janjikan ia tidak bekerja sebagai koki melainkan sebagai buruh pengupas bawang dan kuli angkut hal ini tentu sangat menyakitkan bagi Dedi karena ia adalah seorang Koki yang profesional yang memiliki bakat memasak yang cukup Handal apalagi jam kerja yang over time lebih dari yang dijanjikan yang lebih menyedihkan adalah dirinya pernah tidak diberikan hari libur sebulan penuh karena masalah tersebut akhirnya Dedi meminta bantuan kepada temannya di Indonesia yang kebetulan bekerja sebagai Jurnalis di salah satu media online.

Teman Dedi yang sudah diberikan kuasa berupaya meminta bantuan kepada Instansi pemerintah Indonesia untuk memulangkan Dedi berbagai upaya telah di tempuh hingga pada akhirnya Dedi bisa pulang ke Indonesia, “Alhamdulillah akhirnya saya bisa pulang ke Indonesia saya sangat senang bisa berkumpul bersama keluarga, Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Indonesia terutama kepada Ombudsman dan petugas KJRI Jeddah serta Kemenlu atas bantuannya telah mendampingi saya selama proses persidangan, adapun upah lembur yang belum di bayarkan saya sudah menyerahkan kuasa kepada teman saya untuk membantu menyelesaikannya ,”.kata Dedi pada hari kamis ( 28/11/2019) kemarin.

Dedi bekerja di Saudi Arabia Sejak Januari 2018 hingga Agustus 2019 jika dihitung nominal upah overtime (lembur) yang menjadi haknya adalah sebesar 37.500 Sar dan temannya Ikrom sebanyak 38.000 Sar jika dirupiahkan total upah lembur Dedi dan Ikrom adalah sebesar Rp.300.000.000,- Saat persidangan bersama PT. Raghaeb sebagai Perusahaan Penerima Penempatan Kerja pihaknya memberikan klarifikasi kepada hakim mereka mengaku tidak bersalah karena sebelumnya sudah menjelaskan mekanisme kerja di Saudi Arabia namun sayangnya pihak Badan Penyalur tidak transparan dengan tidak menyampaikan mekanisme kerja kepada Calon PMI secara terperinci.

Perusahaan Raghaeb mengatakan jika PMI ingin menuntut upah lemburnya tersebut maka harus meminta pertanggung jawabannya kepada PT.Putri Mandiri yang ada di Indonesia namun perusahaan Raghaeb memberikan bantuan tunjangan uang sebesar 1.500 Sar sebagai kompensasi dan tiket pesawat terbang untuk pulang ke Indonesia maka dari itu pihak yang diberi kuasa terus berupaya kepada pemerintah agar dapat mencairkan Deposit milik Badan Penyalur untuk membayar semua ganti rugi atas kecurangannya .

(Laela Megarani /VoiceOfJabar.com)

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

Hari Aksara Internasional Jadi Momentum Berantas Buta Huruf

KAB. GARUT, Voiceofjabar.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Hari Aksara Internasional atau International Literacy Day menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat soal pentingnya membaca dan mendorong sejumlah pihak guna memberantas buta huruf.

“Hari aksara mengingatkan kembali masyarakat agar melek huruf dan gemar membaca, membaca, dan membaca,” kata Uu saat menghadiri Acara Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Halaman Pendopo, Kab. Garut, Kamis (14/11/19).

Menurut Uu, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar terus berupaya meningkatkan minat membaca masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan Kolecer (Kota Literasi Cerdas) dan Candil (Maca Dina Digital Library).

Kolecer sendiri sudah disebarkan ke-27 Kabupaten/Kota. Melalui inovasi, Kolecer bisa ditempatkan di mana saja. Kalau di desa, Kolecer bisa ditempatkan di Balai Desa. Sedangkan, di perkotaan, Kolecer bisa hadir di trotoar atau taman.

Sedangkan, Candil merupakan e-Library yang menyediakan lebih dari 500 judul e-Book. Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya. “Inilah inovasi memperkuat budaya literasi di Jawa Barat,” ucap Uu.

Uu pun menyatakan, salah satu cara menghindari berita bohong atau hoaks dengan meningkatkan literasi. “Dengan membaca kita dapat ilmu, pengetahuan. Seseorang bisa sukses dengan banyak membaca, membaca itu penting,” ucapnya.

Selain itu, kata Uu, Pemda Provinsi Jabar pun sedang memberantas buta huruf Alquran dengan menggagas sejumlah program, seperti Magrib Mengaji dan Satu Desa Satu Hafidz (Sadesa). Program itu juga diluncurkan untuk meningkatkan pengetahuan agama, khususnya generasi muda.

“Termasuk pemberantasan buta huruf Alquran dengan Maghrib mengaji, dan Sadesa, bekerja sama kiai, para ulama, dan ormas Islam,” katanya. “Pendidikan agama jangan ketinggalan, itu bagian dari pendidikan karakter.”

“Jawa Barat dibawah 1 persen (angka buta huruf), tapi Jawa Barat penduduknya banyak hampir 50 juta jiwa, semoga angka ini terus menurun,” ucap Uu melanjutkan.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) Kemendikbud RI Harris Iskandar mengatakan, Hari Aksara Internasional diperingati untuk memberantas buta huruf.

“Maka semua elemen bersepakat melakukan startegi dalam pemberantasan buta huruf,” katanya.

“Sekarang hanya tinggal 1,93 persen. Pada dasarnya, umur 15- 59 tahun persentase buta huruf sudah semakin sedikit,” tambahnya.

Meski begitu, kata Harris, dalam Sustainable Development Goals atau SDG’s, buta huruf harus diberantas pada 2030. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Mudah- mudahan 2030 sudah mendekati ke nol,” katanya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan bahwa peringatan Hari Aksara Internasional 2019 tingkat provinsi dengan tema ‘Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat’ dihadiri oleh 10.000 peserta dari 27 kabupaten/kota di Jabar.

Rudy pun menyatakan, Hari Aksara Internasional merupakan momentum untuk menyosialisasikan program percepatan pemberantasan buta huruf.

“Saya menyambut baik kegiatan Hari Aksara Internasional ke-54 ini karena ini sangat mendasar dan penting,” katanya.

“Kita berharap bisa menjadikan Kabupaten Garut khususnya, serta Jabar pada umumnya semua bebas dari buta huruf, semuanya melek dengan huruf-huruf yang akan bisa mencerdaskan anak-anak kita,” tambahnya.

Ulama Jabar Mulai Berdakwah di Eropa

INGGRIS, Voiceofjabar.com – Pesan tentang keindahan Islam Indonesia, khususnya Jawa Barat, berdentum di Benua Eropa. Ulama-ulama asal Jabar yang tergabung dalam English for Ulama sudah mulai berdakwah di lima kota Eropa (London, Bristol, Glasgow, Manchester, dan Birmingham).

Setelah bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Inggris pada Senin (4/11/19) di London, kelima ulama asal Jabar, yakni Wifni Yusifa, Ridwan Subagya, Ihya Ulumudin, Beni Safitri, dan Hasan Al-Banna, pergi ke kota tempat mereka berdakwah.

Ihya menuju Glasgow, Skotlandia. Wifni berserta perwakilan KBRI berangkat ke Birmingham. Ridwan bersama pendamping English for Ulama mendatangi Bristol. Beni pergi ke Manchester. Dan Hasan bertugas di London.

Setibanya di kota tujuan, mereka lantas menjalankan misinya. Ridwan, misalnya, langsung menemui DKM Masjid Jami Auston, Afzal Shah. Setelah itu, dia bertemu dengan salah satu politisi dan komunitas muslim Bristol. Kepala kepolisian Bristol pun hadir dalam pertemuan tersebut.

“Seusai bertukar keramahan dengan semua pihak. Afzal Shan membawa kami ke City Hall of Bristol untuk bertemu Wali Kota Bristol. Setelah berbincang (soal kondisi Islam di Indonesia dan Inggris), kami melihat jalannya rapat terbuka,” kata pendamping English for Ulama Agus Syafei.

Sedangkan, Hasan menggelar pertemuan dengan salah satu anggota Dewan Kota London paling berpengaruh, yakni Unmesh Desai. Dalam pertemuan tersebut, isu terkait penanganan komunitas keagamaan menjadi topik utama.

“Meski non-muslim, Unmesh sangat memperhatikan perkembangan komunitas-komunitas islam di London. Cakupan kerja Unmesh sendiri berkaitan dengan pendidikan anak muda, kriminal kota, dan investasi. Tidak lupa keindahan islam Indonesia, terutama Jabar, saya sampaikan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, Unmesh mengapresiasi program English for Ulama. Unmesh juga, kata Hasan, berharap program yang digagas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar tersebut kembali digelar untuk tahun-tahun berikutnya.

“Beliau menaruh perhatian besar agar program English for Ulama tidak berhenti satu periode, supaya ulama-ulama Jabar dan Indonesia bisa terus berkontribusi menanamkan nilai-nilai perdamaian dan toleransi di London,” ucapnya.

“Beliau juga menitip pesana. Jika Bapak Gubernur Ridwan Kamil melakukan kunjungan kerja ke Inggris, beliau ingin bertemu dan berdiskusi terkait banyak hal, terutama English for Ulama,” kata Hasan melanjutkan.

Selain berdakwah terkait keindahan islam Indonesia, kelima ulama itu akan menceritakan tentang keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Tanah Pasundan. Mereka pun bakal menjalankan misinya sampai 14 November 2019 mendatang.

Bulan Depan, Asteroid Raksasa Mendekati Bumi

Voiceofjabar.com – Lembaga antariksa dan penerbangan Amerika Serikat atau NASA mengawasi asteroid yang besarnya hampir setengah ukuran Gunung Ben Nevis yang memiliki ketinggian 1.345 meter. Asteroid itu meluncur ke bumi dengan kecepatan 18.000 mil per jam.

Nama asteroid itu adalah 481394 2006 SF6 dan ditetapkan mencapai titik terdekat ke Bumi pada 21 November. Dengan diameter 650 meter, asteroid itu diklasifikasikan sebagai asteroid Apollo, kelas asteroid paling berbahaya, memiliki orbit yang melintasi Bumi.

Ada juga kemungkinan bahwa asteroid itu bisa didorong lebih dekat oleh efek Yarkovsky, demikian dikutip Express, baru-baru ini. Efek Yarkovsky adalah di mana kekuatan lembut sinar Matahari dapat mengarahkan asteroid ke orbit yang melintasi Bumi dan secara drastis mengubah tata ruang jalur mereka melintasi tata surya.

Asteroid ini dapat menimbulkan ancaman bagi kota di Bumi, jadi 481394 2006 SF6, dengan diameter 650 meter itu dapat menimbulkan ancaman serius bagi daerah berpenduduk besar di Bumi.

Namun, dampak perkiraan asteroid itu belum masuk peringkat Skala Dampak Bahaya Torino. Skala Torino diadopsi oleh IAU pada 1999, adalah alat untuk mengkategorikan potensi peristiwa yang berdampak pada Bumi. Sistem ini memiliki skala bilangan bulat mulai dari 0 hingga 10 dengan kode warna.

Skala ini menangkap kemungkinan dan konsekuensi dari peristiwa dampak potensial. Angka sepuluh pada skala berarti tabrakan yang pasti, mampu menyebabkan bencana iklim global mengancam masa depan, yang berdampak pada daratan maupun lautan.

Peristiwa semacam itu terjadi rata-rata sekali per 100.000 tahun, atau lebih jarang. Untuk asteroid ini, perhitungan menunjukkan kemungkinan tabrakan sangat tidak mungkin tanpa alasan untuk perhatian publik atau kepedulian publik.

Oleh karena itu, organisasi seperti NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) mengawasi NEO yang lewat dekat dengan Bumi. NEO adalah semua komet dan asteroid yang orbitnya mendekati jalur Bumi mengelilingi Matahari.

“NEO mencakup asteroid, meteorid, atau komet yang mengorbit Matahari dalam jarak 18.600.000 mil, 30 juta km, dari orbit Bumi,” tertulis dalam laman NASA. “Dari 829.361 asteroid yang diketahui dan 3.592 komet yang diketahui dalam sistem, lebih dari 20.000 batuan angkasa diberi peringkat sebagai NEO.”

Meskipun batu ruang angkasa mendekati bumi sangat kecil kemungkinannya bahwa batu itu dapat mengancam dunia.

Jarak asteroid ke Bumi diukur dalam satuan astronomi. Satu unit astronomi mengukur jarak antara Bumi dan Matahari atau sekitar 93 juta mil (149,6 juta km).

Sumber: Tempo.co

Foto: Gatra.com

SAPUHI Jabar Diminta Sosialisasikan Bandara Kertajati sebagai Home Base Haji & Umrah

KOTA BANDUNG, Voiceofjabar.com – Pada 2020, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka diproyeksikan memberangkatkan perjalanan ibadah haji dan umrah khususnya bagi masyarakat Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.

Untuk itu, Pelaksana Harian (Plh.) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meminta Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Jabar yang menaungi perusahaan-perusahaan travel haji/umrah untuk menyosialisasikan pemanfaatan BIJB.

“Sapuhi harus dorong dan sampaikan kepada anggota dan masyarakat karena tahun depan sudah diwajibkan berangkat umrah dari Kertajati,” kata Uu saat beraudiensi dengan pengurus DPD Sapuhi Jabar di Gedung Sate Kota Bandung, Senin (14/10/19).

Uu menambahkan bahwa BIJB adalah bandara terbesar kebanggaan masyarakat Jabar dan menjadi bandara selain Bandara Soekarno-Hatta yang diproyeksikan sebagai tempat pemberangkatan jamaah haji dan umrah ke Tanah Suci.

“Kertajati adalah tanggung jawab kita semua, bandara ini memang sudah direncanakan sebelumnya untuk umrah dan haji. Harapan kami (Pemdaprov), Sapuhi membantu kemanfaatan Kertajati,” ujar Uu.

Adapun Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat saat ini terus menggenjot sarana penunjang ke BIJB termasuk dengan pembangunan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu).

Selain itu, landasan pacu BIJB juga akan diperluas sehingga bisa menampung pesawat berbadan lebar sesuai ketentuan dari maskapai penerbangan haji.

“Sekalipun sekarang masih ada kekurangan seperti akses ke bandara, tapi sedang kami upayakan secepatnya tuntas dan memenuhi persyaratan maskapai,” tegas Uu.

Uu pun mengatakan, keberadaan perusahaan travel haji/umrah sangat penting dan dibutuhkan oleh pemerintah dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Kepada Sapuhi, Uu mengimbau mereka untuk terus mengawasi para perusahaan anggotanya agar memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan Kementerian Agama.

“Sampaikan kepada masyarakat, beri pemahaman jangan tergiur dengan harga murah. Harapan saya dengan kehadiran Sapuhi, jangan sampai ada masyarakat yang tertipu lagi. Kalo ada perusahaan yang terindikasi abal-abal atau tidak meyakinkan, harus ditindak dan dilaporkan,” kata Uu.

Ketua DPD Sapuhi Jabar Zainul Rofiq sementara itu mengatakan, meski baru terbentuk dua bulan, Sapuhi kini sudah memiliki 54 anggota yang sudah berizin alias legal. Pihaknya pun berkomitmen menjadikan BIJB Kertajati sebagai home base umrah Jawa Barat.

Zainul juga menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Jabar dalam menjalankan ibadah umrah melalui perusahaan travel dibawah Sapuhi.

“Kami sangat mendukung Bandara Kertajati dan home base umrah Jabar. Kami juga akan tingkatkan kapasitas dan kapabilitas (perusahaan),” ujar Zainul.

Terkait kedatangan Sapuhi Jabar di Gedung Sate, Zainul mengatakan bahwa pihaknya pun berupaya menyelaraskan program Sapuhi dengan visi-misi Pemdaprov Jabar khususnya terkait keumatan.

“Kami punya program umrah juara yang akan disinergikan dengan program dari Pemprov Jabar,” tutupnya. (den)

Wow.. Harta Kekayaan Jack Ma Meroket Rp545,4 triliun

Beijing, Voiceofjabar.com – Harta kekayaan triliuner Cina, Jack Ma meroket tajam dengan capaian 275 Miliar Yuan atau setara dengan Rp545,4 triliun. Demikian diungkap Hurun Research Institute.

Dalam catatan Hurun, sekitar 6 bulan lalu, harta raja e-commerce Alibaba itu mencapai 260 miliar Yuan.

Laman Antara menulis bahwa
CEO Tencent Ma Huateng alias Pony Ma menguntit Jack Ma dengan nilai kekayaan 260 miliar yuan,  sebagaimana tercantum dalam daftar orang terkaya di China versi HRI itu.

Posisi ketiga masih belum berubah, diduduki oleh bos Evergrande Group Xi Jiayin dengan nilai kekayaan 210 miliar yuan.

Namun, ada juga beberapa nama yang masuk daftar orang terkaya di China gagal mempertahankan posisinya dalam dua tahun berturut-turut, bahkan 40 persen dari para pengusaha sudah terlempar dari posisinya sejak tahun lalu.

“Penyusutan terbesar sejak 21 tahun yang lalu,” demikian bunyi laporan Hurun yang dikutip China Daily.

Sementara itu, ada 19 orang pada tahun ini yang harta kekayaannya melonjak tajam menjadi 100 miliar yuan.

Pada 2019, harta 50 orang terkaya di China mengalami kenaikan 10 miliar yuan hingga 51 miliar yuan. (den)

English for Ulama Diharapkan Cetak Duta Perdamaian Dunia

JAKARTA, Voiceofjabar.com – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat akan memberangkatkan lima ulama asal Jabar ke lima kota di Eropa, yakni London, Stockholm, Cardiff, Manchester, dan Birmingham pada 2 November mendatang. Pemberangkatan tersebut merupakan bagian dari program English for Ulama.

Sebelumnya, kelima ulama tersebut, yakni Wifni Yusifa, Ridwan Subagya, Ihya Ulumudin, Safitra, dan Hasan Al-Banna, mengikuti sejumlah seleksi yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan British Council. Di Eropa, mereka akan berdakwah, dan menceritakan keindahan islam Indonesia.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil berbahagia karena program yang bertujuan melatih ulama Jabar agar menguasai bahasa Inggris itu berjalan baik.

“Hari ini saya sangat berbahagia karena sebuah program kerja sama Pemdaprov Jabar, pemerintah Inggris, dan British Council berjalan dengan baik, yaitu program English for Ulama,” katanya saat memberikan arahan kepada kelima ulama tersebut di kantor British Council, Jakarta, Kamis (10/10/19).

Menurut Emil, kelima ulama tersebut nantinya akan berdakwah dan berdiskusi di sejumlah kampus serta komunitas, baik muslim maupun non-muslim, di Eropa. Emil pun berharap mereka dapat mengubah persepsi negatif masyarakat Benua Biru terhadap islam.

“Mereka akan menceritakan keramahan islam Indonesia yang toleran, khususnya di Jabar. Harapannya, persepsi yang ada setelah kunjungan dua minggu ini, akan membawa pengalaman dan pemahaman keislaman di Indonesia oleh Eropa menjadi baik,” kata Emil.

“Seringkali media barat mendapati berita tentang islam yang kurang proporsional dan tidak mewakili keseluruhan. Jadi, islam yang moderat dan damai akan direpresentasikan oleh lima ulama ini dan mereka di masa depan akan jadi duta perdamaian bagi dunia,” imbuhnya.

Selain itu, kelima ulama tersebut akan menceritakan tentang keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Tanah Pasundan. “Jadi cara bicara, sopan santun, cara merespons harus mempresentasikan sopan santun kita,” ucap Emil.

“Harus percaya diri karena dunia barat itu biasanya butuh orang percaya diri. Ketiga, pahami cara dialog dan ingat cuacanya dingin jadi harus dipersiapkan,” lanjutnya.

Salah satu ulama asal Garut, Wifni Yusifa, menyatakan kesiapannya dalam menuntaskan misi tersebut dengan sebaik-baiknya. “Insyaallah saya siap. Kita di sana mau memperkenalkan betapa indahnya dan damai islam di Indonesia. Kita juga membawa misi budaya Indonesia dan juga ingin membawa banyak ilmu di sana,” katanya. (den)

Konsep Smart City Jabar Jadi Inspirasi Dubes Swedia

JAKARTA, Voiceofjabar.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi pembicara dalam Smart Cities for All: The Foundation for Sustainable Business yang digelar Keduataan Besar (Kedubes) Swedia untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (2/10/19).

Dalam acara itu, Emil menceritakan pengalamannya mentransformasi Jabar menjadi digital province. Selain itu, dia juga mengatakan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar saat ini menerapkan Government 3.0 atau birokrasi dinamis. Tujuannya supaya pembangunan dapat berjalan dengan cepat.

“Selama ini di Indonesia masih menerapkan birokrasi 2.0 yang mengutamakan reward and punishment saya kira itu tak cocok di era digital sekarang,” kata Emil.

Selain Birokrasi Dinamis, Pemdaprov Jawa Barat mempraktikkan konsep Penthahelix dalam menjalankan roda pemerintahannya. Maksud dari Penthahelix adalah menggandeng lima unsur, yaitu ABCGM (Akademisi, Bisnis, Community, Government, dan Media), dalam pembangunan.

Penerapan Birokrasi Dinamis tidak hanya membuat sumber anggaran pembangunan semakin banyak. Selain bergantung pada tiga anggaran negara yang meliputi APBD kabupaten/kota, APBD provinsi, dan APBN, Pemdaprov Jawa Barat memanfaatkan lima sumber anggaran lain.

Lima sumber anggaran tersebut meliputi KPBU (Kerja sama Pemerintah Badan Usaha) atau Public Private Partnership (PPP), obligasi daerah, dana perbankan, dana umat, dan dana CSR. Pemdaprov Jawa Barat menyebutnya dengan Delapan Pintu Anggaran.

“Konsep kerjanya adalah kolaborasi penta helix ABCGM (akademisi, bisnis, community, government, media). Jadi siapapun bisa membangun Jabar,” ucap Emil.

“Kami mentransformasi pelayanan dasar dengan digital public service,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Emil memaparkan sejumlah inovasi Pemdaprov Jabar, seperti Jabar Quick Response, Jabar Saber Hoaks, Desa Digital, dan Fish Finder. Inovasi tersebut digagas guna meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Proyek saya universal silakan dipakai oleh daerah manapun, kuncinya adalah inovasi,” kata Emil mengakhiri.

Duta Besar (Dubes) Swedia untuk Indonesia Marina Berg mengatakan, sejumlah program Pemdaprov Jabar dalam konsep smart city sangat menginspirasi dan layak diketahui oleh publik yang lebih luas. Dia juga mengaku tertarik untuk mengembangkan inovasi Pemdaprov Jabar.

“Konsep smart city dari Pak Ridwan Kamil itu sangat menginspirasi kami, karena itu kami undang untuk berbicara di sini,” kata Marina.

Dalam acara tersebut, turut hadir akademisi, mahasiswa, peneliti, dan komunitas dari dalam maupun luar negeri. (den)

Ilmuwan Temukan Cara Menunda Kiamat, Masa sih?

Voiceofjabar.com – Kehancuran total pastilah terjadi. Saat ini kondisi bumi sedang menuju ke sana. Berbagai masalah serius sedang dihadapi bumi. Bahkan prediksi bahwa ada asteroid ukuran raksasa bakal menghantam bumi adalah benar adanya. Namun entah kapan?

Namun, sebagian para ilmuwan memberi cara agar hal tersebut tidak menimpa planet yang kita tinggali ini. Dengan kata lain, kiamat bisa ditunda. Benarkah demikian? Bagaimana caranya?

Laman Science Alert sebagaimana dikutip tribunjabar.id, menulis bahwa beberapa tindakan bisa dilakukan untuk meminimalisir kerusakan planet subur ini. Yaitu:

1. Mengubah Gas Karbondioksida (CO2) Menjadi Bahan Bakar

Peneliti di Kanada telah mengembangkan sebuah perangkat yang menghisap polusi CO2 dan mengubahnya menjadi bahan bakar.

Perangkat ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan start-up Carbon Engineering yang sebagian dananya disokong oleh penemu Windows Bill Gates.

Cara kerja teknologi ini adalah menyedot gas CO2 dari udara.

Kemudian dengan hidrogen yang telah dipisahkan oleh air, lantas hidrokarbon, sehingga bisa berfungsi sebagai bahan bakar.

2. Mengumpulkan Cacing untuk Memakan Sampah Plastik

Diperkirakan pada tahun 2050, jumlah ikan akan lebih sedikit dari jumlah sampah plastik yang terdiri dari gelas kopi atau kantong plastik.

Tetapi, untuk pertama kalinya pada akhir tahun 2015, ilmuwan menemukan bakteri yang ada di dalam usus seekor cacing yang mampu menghancurkan plastik.

Kabar baiknya, cacing ini juga mampu memakan styrofoam dan polystryne sebelum berakhir di laut atau pembuangan sampah.

3. Membersihkan Laut dengan Jaring Raksasa

Pemuda berusia 22 tahun bernama Boyan Slat menemukan ide yang cukup “gila” untuk mengatasi masalah limbah yang sudah mencemari lautan.

Pada 2014, ia mengusulkan untuk membuat filter raksasa berbentuk V dan membentangkannya ke lautan sehingga angin dan arus lautan akan mengumpulkan sampah melalui alat tersebut.

Kini, ia sedang membuat prototipe dan didukung oleh 15 perguruan tinggi serta pengumpulan dana yang sukses.

4. Membuat Awan Berlian

Rekayasa kebumian dapat digunakan untuk membuat awan buatan yang bertujuan untuk menurunkan suhu bumi.

Dahulu, para ilmuwan menyarankan untuk memompa zat sulfur dioksida dalam jumlah besar ke dalam atmosfir.

Penelitian ini berhasil karena ketika terjadi erupsi gunung berapi, hasilnya terbukti dapat mendinginkan suhu bumi.
Dikarenakan zat sulfur tidak baik untuk pernapasan, mahasiswa Harvard menemukan ide yang lebih aman.

Ide tersebut adalah melemparkan zat alumina dan serbuk berlian ke dalam atmosfir.

Awan berlian ini jauh lebih aman karena tidak beracun seperti sulfur.

5. Menggunakan drone untuk reboisasi

Mantan insinyur NASA Lauren Fletcher menemukan solusi reboisasi atau penanaman pohon kembali yang lebih cepat daripada sebelumnya.

Ia dan perusahaannya, BioCarbon Engineering, menggunakan drone untuk menanam pohon sebanyak satu juta per tahunnya.

Alasannya adalah manusia tidak mungkin mampu mengganti pohon yang ditebang untuk membangun rumah, perkebunan, dan pembuatan kertas setiap tahunnya. (red/den)

Foto: IDN Times

Wagub Jabar Serahkan Pergantian nama Bandara Kertajati pada Kesepakatan Bersama

GARUT, Voiceofjabar.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan pergantian nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kepada hasil kesepakatan bersama. Baik menjadi Bandara Internasional BJ Habibie maupun nama tokoh daerah Majalengka, seperti Abdul Halim dan Sunan Gunung Jati Cirebon.

“Nama-nama tokoh daerah seperti Abdul Halim atau Sunan Gunung Jati bisa dipertimbangkan, silakan kita bicarakan bersama,” kata Uu disela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Garut, Rabu (18/9/19).

Menurut Uu, pergantian nama BIJB Kertajati menjadi Bandara Internasional BJ Habibie memiliki pertimbangan. Pertama, presiden ketiga Indonesia tersebut berkontribusi besar terhadap perkembangan dirgantara Indonesia dan Jawa Barat.

BJ Habibie, kata Uu, sukses membuat dan menerbangkan pesawat hasil karyanya CN-235 di Bandung. Kemudian, pesawat itu menjadi awal kejayaan penerbangan Indonesia.

“Nama BJ Habibie selain sebagai bentuk penghormatan dan Bapak Penerbangan Indonesia juga memiliki kaitan dengan Jabar,” katanya.

“Pabrik pesawat ada di Jawa Barat yaitu PT DI, beliau juga pernah jadi Dirut (Direktur Utama). Saat menerbangkan pesawat CN-235 yang menjadi awal kejayaan kedirgantaraan Indonesia berlokasi di Bandung,” tambahnya.

Adapun, sebelum pernyataan Uu, pergantian nama lebih dulu bermula dari petisi online yang meminta pergantian nama BIJB Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie.

Seruan publik ini dimulai oleh Ihsan Joe di salah satu situs web dengan tajuk ‘Mengganti nama Bandara BIJB Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie’ yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

BIJB Kertajati sendiri beroperasi pada bulan Mei 2018 lalu. Bandara terbesar kedua di Indonesia itu terletak di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Pada 2020 nanti, BIJB Kertajati direncanakan akan melayani penerbangan haji dan umrah. (ty)