Caleg dari Partai Perindo Diminta Mengerti soal HAM, Mengapa?

1

Bandung, Voiceofjabar.com – Menjadi anggota dewan terhormat bukanlah pelarian. Melainkan punya visi dan tugas mulia dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu landasan yang wajib dipahami para anggota legislatif dalam realisasinya adalah pemahaman tentang Hak Asasi Manusia. Sebab di bagian ini, para anggota legislatif dihadapkan dengan permasalahan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Demikian dipaparkan Mantan Direktur Penguatan HAM Kemenkumham RI, Agus Rawan saat mengisi Sekolah Politik DPW Partai Perindo Jabar dengan tema: “Penegakan HAM dalam Mewujudkan Indonesia Sejahtera”, Selasa, (05/09).

“Saya berharap para calon anggota legislatif dari Partai Perindo ini khususnya harus memahami betul masalah HAM. Karena di dalam HAM itu ada harkat dan martabat masyarakat yang harus dipenuhi,”ungkapnya.

Ia menguraikan bahwa penjabaran dari pemahaman terhadap permasalahan HAM tersebut merupakan tanggung jawab para anggota legislatif berkolaborasi dengan eksekutif atau pemerintah.

Secara spesifik, para anggota dewan harus memahami betul tugas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di daerahnya masing-masing. Bagaimana impelentasi program yang sedang dan yang akan dijalankan, kendala apa yang dirasakan termasuk apakah terjadi penyimpangan di dalamnya sehingga program SKPD tersebut tidak mengakomodir kebutuhan hak masyarakat.

“Maka di sini para wakil rakyat hadir membawa solusi. Kalau sudah faham (dengan tugas SKPD), kan fungsinya membuat kebijakan-kebijakan yang bernuansa HAM, melakukan perencanaan anggaran, kalau ada penyimpangan maka calon dewan dari Perindo ini bisa memanggil dengar pendapat di daerah masing-masing dengan SKPD terkait untuk mempertanggungjawabkan atau mengingatkan,”urainya.

Jika para anggota dewan tidak faham tugasnya, tidak mengerti tugas eksekutif, landai dalam bersikap, abai terhadap hak masyarakat, tandas dia lagi, itu artinya mereka telah lalai dari amanat masyarakat.

Dalam hal ini, ujar dia, partai politik harus memiliki barometer untuk menakar komitmen pemenuhan hak asasi manusia tersebut. Sehingga kader partai yang duduk menyebar di parlemen masing-masing memiliki pegangan dalam menunaikan tugasnya yakni mensejahterakan masyarakat di wilayahnya.

“Jadi gak boleh anggota dewan itu tidur. Lupa terus diem aja. Harus aktif, kritis dan mencari solusi. Tugas partai itu menyuruh kadernya aktif bukan diem aja. Jadilah anggota legislatif dari Perindo ini yang cerdas dan solutif. Jangan seperti yang selama ini. Diem aja,”tandasnya. (ty)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here