Buruh di Kota Banjar Tuntut Upah Cuti Hamil & Penghapusan Kontrak

0

Kota Banjar, Voiceofjabar.com – Dalam rangka memeringati hari buruh dunia, ratusan anggota Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Banjar,  Senin, (1/5/2017) turun ke jalan melakukan aksi damai. Objek sasaran aksi tertuju pada beberapa perusahaan yang ada di Kota Banjar.

Dalam tuntutannya, KASBI meminta penghapusan peraturan pemerintah nomor 78 terkait kontrak kerja dan hak cuti upah hamil yang belum diserahkan oleh PT Albasi Parahiyangan Lestari.

Toni Rustaman, koordinator aksi KASBI Banjar menuturkan tuntutan tersebut adalah aspirasi yang harus didengar oleh Walikota Banjar. PP No 78 dan upah cuti hamil dirasa tak menguntungkan bagi kaum buruh. Massa pun meminta agar para buruh yang dirumahkan oleh PT APL bisa dipekerjakan kembali.

“Ada 1700 yang dirumahkan oleh PT. APL, tapi sudah mulai ada pemanggilan kerja kepada 1400 dan sisanya 300 buruh masih dirumahkan.” Ucap Toni kepada awak media.

Meskipun Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih tak tampak, para buruh tetap akan memperjuangkan kesejahteraan hingga terkabulkan. Beberapa poin lainnya turut disampaikan di antaranya upah minimum kerja Kota Banjar yang masih rendah, cuti hamil dan penghapusan kontrak kerja.

Sebagai salah satu bentuk diskriminasi terhadap perempuan, KASBI juga melaporkan kasus 8 buruh perempuan yang cuti hamil dan tidak mendapat upah. Bahkan diberhentikan secara sepihak.

“Kami telah melaporkan PT APL kepada Disnaker Provinsi Jawa Barat, terkait kasus buruh perempuan yang didiskriminasikan,” tandas Endang Suryanto, salah seorang anggota Divisi Pengembangan Organisasi, KASBI.

Seusai melakukan konvoi dan orasi di depan Pendopo Kota Banjar, para buruh yang tergabun melakukan aksi teatrikal berupa bola dunia yang di kelilingi oleh gurita sebagai lambang suburnya neoriberalisme. Massa pun kemudia mencopot gurita tersebut kemudian membakarnya rame-rame.

“Ini salah satu bentuk kekesalan kami kaum buruh, agar neoriberalisme bisa dihilangkan dari bangsa ini,”tegasnya. (ton)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here