Bupati Uu: Pemerintah Menggandeng Investor Bukan Berarti Gak Punya Duit

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengaku bangga Pemerintah Kabupaten Tasik sudah menambah kegiatan usaha. Kali ini di bidang perdagangan minyak dan gas. Sebelumnya, Pemkab Tasik sudah memiliki usaha di bidang air minum dan satu pom besin di daerah Cikatomas.

“Saya merasa bangga hari ini karena pemerintah daerah sudah melebarkan sayap perusahaanya. Sekarang baru minyak dulu, gas nya sebentar lagi akan beroperasi sebagai penjual Gas bagi masyarakat,”katanya usai meresmikan pom besin baru di Jl. RE Martadinata, Tasikmalaya, Rabu, (19/4).

Dibukanya usaha tambahan tersebut, sambung Uu, tak lepas dari peran investor yang mau kerjasama dengan pihak pemkab. Oleh karena itu, ia mengajak investor untuk berinvestasi di Kabupaten Tasikmalaya.

Sebab masih ada beberapa aset milik Pemkab Tasik yang potensial namun tak terpakai.  Di antaranya bekas Terminal Cilembang dan bekas Setda Pemkab Tasikmalaya di jalan HZ Musthofa.

“Kami masih memiliki beberapa aset yang belum termanfaatkan  san sangat strategis. Oleh karena itu kami mengundang kepada  para investor mari bekerjasama dengan kami,”ajaknya.

Untuk tertib administrasinya, tambah Uu, pemerintah daerah sendiri sudah mempersiapkan legalitas perusahaan tersebut, yaitu PT Tamaya.  Tidak menutup kemungkinan legalitas tersebut bergerak di bidang lain seperti parkir dan pasar.

Untuk proses PT. TAMAYA sendiri sekarang lagi menunggu SK pengesahan dari Mendagri, karena milik pemerintah daerah maka legalitas formal disamping ada lembaga lain yang mengesahkan perusahaan tersebut harus ada pengesahan dari Mendagri.

“Pemerintah menggandeng investor bukan berarti tidak punya duit, supaya lebih kuat dan saling mengisi makanya kami menggandeng investor,”tandasnya.

Dirut Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Kab Tasikmalaya, Asep Supratman Dirut PDUP menambahkan bahwa sejauh ini ada 11 Milyar dana dari investor yang digulirkan di Kabupaten Tasik. Sistemya sharing profit berdasarkan bunga bank deposito. 75% ke investor dan 25% ke PDUP.

“Dan lebihnya pengelola kita semua misalnya kita mengeluarkan minyak per bulan 30 Ton kita akan mendapatkan kira-kira hampir 150 juta untuk laba bersihnya ini dan kita juga ada poin dari pertamina. Itu masuknya ke pengelola ( PDUP ),”

“Jadi kita dapat keuntungan rata-rata 30 juta per bulan dari poin itu, ditambah dari keuntungan yang 25 % ini jelas akan meningkatkan PAD kita,”jelasnya.(jang)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here