Bupati Uu: BPJS itu Bikin Ribet

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memutuskam kemitraan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum menilai pembayaran BPJS sangat jelimet dan membuat pusing. Sehingga wajar jika masyarakat pun banyak mengeluhkan baik dalam proses pembuatan maupun pembayaran.

“Jadi begini tentang BPJS di samping kami ribet dalam pembayaran juga banyak dikeluhkan oleh masyarakat, salah sedikit saja dalam KTP itu BPJS menolaknya sementara mereka jauh-jauh datang dari pelosok tapi malah tidak terlayani,”tandas Uu belum lama ini.

“Ongkos dari sana sampai rumah sakit itu mahal. Sekarang harus bolak-balik. Belum beban pikiran, kan cape,”tambahnya.

Oleh karena itu, sambung Uu, pihak pemkab sepakat untuk tidak membayar BPJS untuk tahun yang akan datang. Namun demikian, bagi masyarakat yang butuh pertolongan medis di rumah sakit, Pemkab Tasik siap menanggungnya alias gratis.

“Kami akan gratiskan asal mau di kelas 3. Jadi sekarang kalau masyarakat sakit langsung saja masuk ke rumah sakit kelas 3 langsung saya akan bayar
asalkan ke rumah sakit pemerintah dan akan mulai berlakunya tahun depan,”katanya.

Syarat lainnya, masyarakat yang ingin berobat secara gratis tersebut harus benar-benar penduduk yang ber-KTP Kabupaten Tasikmalaya. Artinya kebijakan tersebut tidak berlaku bagi orang luar Tasik.

Uu mengakui langkah pemutusan kerjasama tersebut sudah dipikirkan secara matang. Sehingga ia tidak merasa takut dicap pembangkang terhadap peraturan pemerintah pusat.

Menurutnya kesehatan warga adalah faktor dominan dalam pembangunan nasional bukan masalah teknis yang diatur oleh pemerintah tetapi yang diatur adalah perhatian pemerintah terhadap masyarakat tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak takut dianggap membangkang pemerintah pusat terkait putusnya hubungan dengan BPJS. Kewajiban pemerintah pusat kepada kami harus menambah derajat kesehatan masyarakat dan itu adalah hal yang lebih penting,”jelasnya.

“Dan untuk tunggakan ke BPJS sekarang mulai dibayar. Justru itu yang bikin kita ribet. Ribet pembayarannya ribet segala sesuatunya maka itu kami putuskan untuk tidak bekerjasama lagi dengan BPJS,”tutupnya. (jang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here