Bupati Tasik: Koperasi harus Berdaya Saing

0

Tasikmalaya, Voiceofjabar.com – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong upaya pemanfaatan dan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku bisnis koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga gerakan koperasi di Kabupaten Tasikmalaya dapat memanfaatkan teknologi digital.

“Koperasi Indonesia akan semakin berdaya saing dan maju apabila mampu menerapkan prinsip koperasi secara konsisten dan mengikuti kaidah umum dalam dunia bisnis. Diperlukan pula sinergi dan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah bersama seluruh stakeholders dalam pemberdayaan koperasi” kata Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum melalui staf ahli bupati bidang pemerintahan dan hukum Roni Akhmad Sahroni acara peringatan hari koperasi ke 71 tingkat Kabupaten Tasikmalaya di Lapang Olahraga Desa Karangmekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu lalu.

Ia menuturkan, jumlah koperasi yang aktif di Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini berjumlah 472 unit, dengan jumlah anggota mencapai 158.767 orang.

Total ekuitas (modal sendiri) koperasi mencapai Rp. 238.971.472.000 dan modal yang berasal dari luar mencapai Rp. 260.012.353.000 dan volume usaha sebesar Rp. 599.759.298.000.

Koperasi tersebut memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan perekonomian di Kabupaten Tasikmalaya. Oleh karena itu Bupati memotivasi para pelaku koperasi di Kabupaten Tasikmalaya agar dapat bersaing dengan pelaku koperasi di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sendiri, lanjut dia, memiliki strategi pemberdayaan koperasi melalui program Reformasi total Koperasi yaitu rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan koperasi.

Pertama, rehabilitasi dimulai dengan pendataan koperasi melalui Online Data System (ODS) yang diharapkan dapat menampilkan kondisi real koperasi aktif, tidak aktif, dan yang baru berdiri.

Kedua, reorientasi koperasi yang mengorientasikan pemberdayaan koperasi kepda kualitasnya, bukan lagi pada kuantitas koperasi.

Ketiga, pengembangan koperasi yaitu bagaimana seluruh kebijakan dan program yang dilaksanakan pada setiap level pemerintah di fokuskan kepada pengembangan koperasi, dengan harapan skala mikro menjadi kecil, menengah dan besar dengan dukungan jumlah anggota yang besar.

“Koperasi mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan anggota, agar koperasi mampu mempunyai anggota yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan koperasinya. Dan koperasi perlu melakukan promosi ekonomi anggota dan peningkatan partisipasi anggotanya, semua itu akan terjadi apabila pengurus dan manajemen koperasi dapat mengembangkan program dan kegiatan yang menarik untuk anggota di bidang organisasi, usaha dan permodalan koperasinya,” pungkasnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here