Bupati Garut akan Terbitkan Perda Larangan Aliran Ahmadiyah

0

Garut, Voiceofjabar.com – Beberapa perwakilan Ormas Islam Forum Aliansi Anti Maksiat melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Garut. di ruang rapat Setda Garut, Senin, (17/09).

Audiensi tersebut bertujuan untuk membahas masalah keberadaan aliran Ahmadiyah di Kabupaten Garut yang sudah sangat lama serta pembahasan usulan Perda Anti Maksiat.

Bupati Garut Rudy Gunawan memgaku akan tunduk pada fatwa MUI bahwa Ahmadiyah termasuk aliran keagaamaan yang tidak diperbolehkan hidup di Kabupaten Garut. Akan halnya, ia akan menerbitkan Peraturan Daerah terkait penghapusan aliran sesat tersebut di wilayahnya. 

“Nanti kami akan mengundang beberapa perwakilan elemen masyarakat untuk membentuk tim terpadu agar masalah ini dibahas secara khusus, supaya menghasilkan keputusan yang benar dan jelas,”tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Garut, Undang Munawar agar keberadaan tempat jemaat Ahmadiyah harus terus dipantau dan diinventatisir. Sebab dikhawatirkan terjadi penyebaran dan penghasutan kepada masyarakat lainnya. Seperti halnya yang pernah terjadi ada hasutan agar suara adzan dihentikan. 

“Apakah di tempat tersebut anggotanya melakukan penyebaran atau menghasut, dan supaya diberi SK dari bupati langsung kepada mereka,” katanya. 

Pihak Kesbangpol Garut juga akan melakukan kajian khusus mengenai hal tersebut dengan menggandeng tim ahli hukum dan kepolisian demi menjaga hal yang tidak diinginkan. Termasuk di dalamnya meminimalisir keberadaan tempat maksiat dan minuman keras. 

Kepala kesbang Pol, Wahyudijaya, “Forkompimda juga dilibatkan dalam masalah ini agar semua usulan dan masukan warga tadi dapat diselesaikam dengan baik tanpa gesekan,”ujarya. (red) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here