Budaya Asing Menggerus, Sejumlah Kalangan Angkat Bicara

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Arus globalisasi sulit dibendung. Akses informasi melalui kemudahan teknologi media sosial tak lagi asing dalam peradaban manusia dewasa ini.

Tak hanya memberi keleluasaan dalam membangun jaringan bisnis. Kemudahan teknologi juga turut membuat resah. Bahkan berbahaya bagi mental anak muda khususnya.

Anak-anak muda Indonesia semakin gandrung dan terlena. Perlahan melupakan budaya sendiri yang nyata-nyata telah hadir jauh sebelum teknologi itu ada.

Menyoroti hal ini, beberapa kalangan ikut menyumbangkan tanggapan. Budayawan muda asal Maluku Utara, Ade Muhammad Nur mengaku prihatin dengan kondisi zaman yang kian menggerus kearifan lokal nusantara. Ia berharap tumbuh sinergi antara kehadiran teknologi dengan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya.

“Orang berbangsa itu harus tahu budaya. Sebab Indonesia dilahirkan dari budaya. Maka sebaiknya saran saya, jangan kita menolak teknologi tapi dibuat sinergi aja. Budaya nasional kita jaga, teknologi juga kita tidak gaptek,”kata bakal calon Gubernur Maluku Utara itu kepada voiceofjabar.

Jafaruhum Siregar, Budayawan asal Medan menuturkan bahwa butuh kejernihan berfikir dalam menerima segala hal baru yang datang dari luar. Apalagi yang tak selaras dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Kendati demikian bukan berarti menolak teknologi itu sendiri.

“Ya harus diimbangi dengan pemahaman tentang pentingnya merawat produk budaya sendiri. Apalagi membanggakannya. Ini butuh penyadaran. Kita tidak bisa menyalahkan teknologi juga,”katanya.

Chairil Anam atau Boy London, Ketua Laskar Merah Putih Kota Bekasi mengatakan orang Indonesia harus pandai memfilter masuknya budaya asing ke tanah air lewat teknologi. Ia juga meminta pemerintah tak tinggal diam jika ada tayangan-tayangan televisi yang merusak mental anak bangsa.

“Jangan sampai anak-anak kita tidak tahu wayang golek, wayang kulit, tidak tahu reog, angklung dan sebagainya. Pemerintah jangan diam “tandasnya.

Ketua Srikandi Laskar Merah Putih Kota Bekasi, Puji Purwati juga menyampaikan hal serupa. Ia menaruh harap agar kawula muda Indonesia melek dengan budaya sendiri kendati hidup di bawah bayang-bayang teknologi.

“Ini tugas kita bersama. Bagaimana agar anak bangsa sadar dengan citra budaya sendiri. Semua elemen masyarakat seyogyanya memberi pemahaman tentang hal ini. Di seminar, diskusi di berbagai forum atau apapun lah ya,”harapnya. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here