Buah Ketidakadilan, Pelatih Persib Berencana ‘Pergi’

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Tahun ini merupakan musim pertama Mario Gomez berkarier sebagai pelatih di Indonesia. Namun, pelatih Persib Bandung ini berencana untuk melanjutkan kariernya di negara lain setelah kompetisi kasta tertinggi Liga 1 2018 berakhir.

Gomez menuturkan, kondisi sepak bola Indonesia saat ini sudah sangat mengkawatirkan. Hal itu dirasakan langsung olehnya. Salah satu yang membuatnya merasa tidak nyaman yakni, banyaknya keputusan kontroversial yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada timnya.

Terbaru, Persib dilarang menggelar laga kandang di pulau Jawa, buntut tewasnya seorang Jakmania bernama Haringga  saat menjamu Persija Jakarta.

Pelatih yang sempat mengantarkan Johor Darul Ta’zim meraih gelar juara Piala AFC 2015 ini menilai, sepak bola Indonesia tidak akan maju, jika tidak ada pembenahan dan kondisinya tetap seperti ini.

“Kalau gak mau berkembang ya terus seperti ini. Kalau tidak mau, ya next season saya gak akan di sini lagi dan pindah negara lagi,” ungkap Gomez.

Prihatin dengan Pesepak Bola Indonesia Gomez menambahkan, masyarakat Indonesia lebih mengetahui permasalahan yang terjadi di sepak bola Indonesia dan mereka bisa mengubah kondisi ini menjadi lebih baik.

Pelatih asal Argentina ini mengaku tidak akan rugi, jika kondisi sepak bola Indonesia semakin terpuruk. Karena, sebagai pelatih profesional ia bisa mencari tim lain dengan iklim sepak bola yang lebih sehat.

Namun, pelatih berusia 61 tahun ini merasa prihatin dengan pesepak bola Indonesia yang memiliki potensi yang berada dalam kondisi sepak bola yang tidak baik.

“Kalian lebih tahu dari pada saya. Karena problem saya sendiri, saya berjuang untuk pemain saya, tidak ada yang menolong kita,” ungkapnya.

“Kalian ketika pulang pikirkan ini, apakah akan terus seperti ini atau tidak? Mikir, ini soal pengalaman, ini problem kalian bukan problem saya. Menang, kalah, atau draw itu biasa, it’s ok,” jelasnya.

indosport.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here