Bogor Berdarah: Leasing, Ormas dan Aparat Diminta Duduk Bersama

1

Bogor, Voiceofjabar.com – Bentrokan antara debt collector dan salah satu ormas di Bogor mengundang banyak keprihatinan. Terutama bagi para pemilik usaha jasa penagihan tunggakan kendaraan atau leasing.

Sala seorang pemilik perusahaan jasa penagihan di Kota Bogor, Puji Purwati menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, ormas-ormas yang ada di Bogor khususnya, sebaiknya tidak melakukan aksi anarkis membabi buta terhadap para penagih atau debt collector yang hendak melakukan tugasnya menagih tunggakan kendaraan kepada konsumen.

“Saya sendiri teramat sangat prihatin dengan kejadian ini. Dimana saya kenal hampir seluruh ormas. Dan kami saling menjaga tali silahturahmi dengan baik. Tetapi kami pun di sini juga pekerja dimana kami diberikan kuasa oleh lising untuk penagihan dan penarikan unit kendaraan,”terangnya kepada VOJ, Kamis, (24/08).

Ia meminta ormas yang membackup unit kendaraan agar berkomunikasi terlebih dahulu memberitahukan kepada leasing bersangkutan bahwa mereka berada resmi di pihak leasing tersebut. Sehingga tidak bentrok dengan debt collector internal yang justru malah mengganggu proses penagihan.

“Dan kalau pun ada mereka meminta tebusan, itu harusnya disesuaikan dengan biaya tarik dari setiap lising karena setiap lising mempunyai fee yang berbeda-beda,”katanya.

Sebagai langkah antisipatif agar tak terjadi insiden serupa, ia pun mengusulkan agar diadakan pertemuan khusus antara pihak leasing, kepolisian dan ormas untuk mendiskusikan tata cara penagihan yang baik sehingga disepakati semua pihak.

“Agar tidak semena-mena dalam penagihan,”tandasnya. (gus)

1 COMMENT

  1. Gmn toh pihak leasing ??????
    Seharusnya pihak leasing atau finance harus melaksanakan perkap KAPOLRI tentang fidusia
    Dan yang berhak menarik kendaraan harusnya pengadilan itupun lewat proses lelang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here