BNN Jabar Sita 586 Paket Ganja Kering Jaringan Aceh

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Badan Narkota Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat berhasil mengungkap praktik peredaran gelap narkoba jenis ganja jaringan Aceh – Jabar di daerah Bogor Jawa Barat pada 11 Mei 2018 lalu. Dua tersangka pengedar A alias G (28) dan AS (39) berhasil diamankan.

Mulanya, sekitar pukul 22.30 WIB, petugas mendapat informasi tentang adanya penyelundupan ganja yang dikendalikan A alias G di wilayah Bogor dengan menggunakan mobil truk. Petugas gabungan BNN Pusat dan BNN Jabar pun melakukan pengintaian dan menciduk AS, pemilik truk dan mengamankan 2 karung yang berisi 51 paket ganja kering.

Dari keterangan AS, di dalam truk masih tersimpan ratusan paket ganja lainnya. Petugas pun membongkarnya dan ditemukan sebanyak 216 paket ganja kering siap edar.

Salah seorang saksi K menyebut kepada petugas bahwa truk tersebut milik A alias G yang merupakan otak pengedar ganja tersebut. Petugas pun bergegas menggeledah kediaman A di daerah Cibungbulang, Bogor. Dari tangan A, petugas mengamankan 319 paket ganja kering.

“Jadi, total barang bukti yang diamankan sebanyak 586 paket narkotika jenis ganja yang dibungkus lakban warna cokelat dengan estimasi berat total 612 Kg atau setengah ton,”kata Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Rusnadi dalam jumpa pers di Kantor BNNP JabarRabu, (15/05).

Ia mengatakan tersangka menggunakan modus klasik dalam menjalankan aksinya. Ganja diangkut dengan mobil truk dan disembunyikan di belakang kap belakang mobil yang ditutupi plat besi serta dilas. Setelah itu, ganja disimpan di gudang kediaman tersangka.

“Ini pakai modus lama dengan menggunakan kendaraan roda empat. Selama 33 jam kita melakukan pengejaran. Ini berkat kerjasama BNN pusat, provinsi dan kabupaten. Karena kalau anggota kita kurang, kita minta bantuan. Semoga di Jabar peredaran narkoba menurun,”imbuhnya.

BNNP Jabar sendiri telah membentuk 4 tim khusus untuk memantau jalannya aksi peredaran narkoba. Terutama jaringan Aceh yang kerap menyelundupkan barang haram itu melalui jalur yang berbeda.

“Jelas sasaran mereka adalah Jawa Barat. Sebab penduduknya sangat banyak sehingga berpotensi untuk mengedarkan narkoba. Namun kita fokus mengejar pengedar yang terorganisir,”katanya.

“Mudah-mudahan partisipasi masyakat dan seluruh aparat bisa bersama sama menanggulangi maslah peredaran narkoba di Jabar ini. Karena ini sudah menjadi tanggung jawab bersama,”pungkasnya. (ty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here