BNN Ciamis Perkuat Sinergitas dengan Polres Banjar

0

KOTA BANJAR, Voiceofjabar.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis bersama Kasubbag Umum bersilaturahmi sekaligus berkoordinasi terkait optimalisasi program P4GN ke Kapolres Kota Banjar, Jumat (23/8/19).

Kepala BNN Ciamis Engkos Kosidin menjelaskan maksud tujuan silaturahmi tersebut merupakan upaya sinergitas unsur terkait yang ada di Kota Banjar baik dengan Polres, Kejaksaan, Lapas dan Pemerintah Daerah.

BNN Ciamis memiliki wilayah hukum yang meliputi Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar. Oleh sebab itu, penanganan narkotika memerlukan sinergitas seluruh unsur karena narkotika merupakan masalah yang multi dimensi.

“Dampaknya pun multi dimensi, maka tidak mungkin hanya satu institusi saja yang menanganinya,” katanya.

Engkos juga mengatakan bahwa untuk program konkret lebih banyak di bidang pemberantasan, ia berharap BNN dan Polres serta bisa saling bertukar informasi.

Di bidang rehabilitasi, BNN Ciamis sudah memiliki Klinik Pratama untuk mensupport  tersangka pengguna narkotika dengan melakukan assesment terpadu dengan tim TAT.

Engkos juga mengaku fokus dalam program sinkronisasi dalam bidang pencegahan seperti turunnya ke sekolah-sekolah ke masyarakat, Karang Taruna atau ke lembaga-lembaga dan organisasi kepemudaan, dalam rangka penanggulangan narkotika yang kian mengancam masyarakat luas.

Kapolres Kota Banjar, AKBP Yulian Perdana didampingi Kasat Narkoba AKP Usep Supian mengpresiasi langkah BNN tersebut. Menurutnya, sinergitas berbagai unsur dalam memerangi narkoba sangat diperlukan.

“Betul apa yang disampaikan oleh Kepala BNN Ciamis bahwa kita perlu bersinergi jadi saat ini harus ada “Super Tim”, artinya sama-sama membangun satu hubungan kerja yang bagus,” katanya.

Kapolres menjelaskan pihaknya mempunyai bidang preventif yang bisa disinergikan dengan program Problem Oriented Policy (POP), yakni seperti sosialisasi pencegahan Narkoba ke lingkungan sekolah, pesantren bahkan elemen masyarakat yang lainnya, dengan dipadukan dengan program yang ada saat ini yaitu “ngopi bareng,”.

Ia juga menjelaskan bahwa penindakan diawali dengan saling tukar informasi, kemudian di bidang sumber daya yang ada bisa saling bantu.

“Karena masing-masing dari kita ada kekhususan yang dimiliki,” jelasnya. (far)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here