Bank Keliling Meresahkan, Masyarakat Diminta Kembali ke Koperasi

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Anggota Komisi XI, DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah terus mensosialisasikan pentingnya pemahaman terkait dunia perbankan kepada masyarakat.

Ia menyebut masyarakat harus diberi edukasi secara terus-menerus terkait pentingnya cara mengelola keuangan yang baik dan benar. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak terjerembab dalam sistem transaksi keuangan yang salah seperti yang ditawarkan bank keliling.

“Ini cara kami komisi XI kerjasama dengan Bank Indonesia sosialisasi mengenai pengenalan perbankan. Karena sampai hari ini masyarakat yang jadi korban bank keliling indeksnya tidak menurun,”katanya kepada wartawan usai mengisi seminar kewirausahaan yang bertema: Ekonomi Digital, Antara Peluang dan Ancaman di Bandung, Jumat, (15/02).

Dari hasil evaluasi selama ini, kata dia, masyarakat ekonomi mikro kesulitan untuk mengakses pinjaman tanpa agunan kepada bank. Pihak perbankan cenderung menutup diri. Sehingga masyarakat pun mengeluh.

“Ada pertanyaan kenapa kredit selalu hanya untuk orang kaya? Hari ini harus cepat cari solusi bagaimana jaminan itu bisa diselesaikan. Masalah bunga masih mencekik. Karena mereka ini mikro,”tandasnya.

“Tentang bank syariah yang jelas ini jaminan masyarakat harus jauhi riba, tingkat literasi warga terhadap perbankan ternyata masih di bawah 30 persen,”tambahnya.

Ahmad Najib menawarkan agar semangat menata keuangan lewat koperasi kembali digelorakan sebagai jalan alternatif untuk memghidupkan ekonomi masyarakat.

“Sy tawarkan koperasi sebagai solusi. Akhir-akhir ini tidak dimanfaatkan. Saya ingin masyarakat kembali ke koperasi jangan terpaku pada perbankanf lebih bermanfaat,”pungkasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here