Banjir Rancaekek, Pemkab Bandung dan Sumedang Diminta Tidak Saling Tuding

0
foto: kompas.com

Bandung, Voiceofjabar.com – Banjir langganan di kawasan Rancaekek, menjadi pemandangan yang tak usang di setiap kali turun hujan. Sering kali, banjir tersebut kerap menuai banyak kritikan karena urung ada solusi untuk mengatasinya. Dua pemerintahan daerah menjadi menjadi sasarannya. Yakni Pemerintah Kabupaten Bandung dan Sumedang.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa meminta Kabupaten Bandung dan Sumedang tidak saling tuding. Ia mengajak semua pihak serius mengangani banjir Rancaekek yang sudah sering terjadi.

Menurutnya, banjir Rancaekek adalah problem bersama yang butuh solusi bersama. Termasuk pemerintah provinsi Jabar. Sehingga semua pihak harus mensuport pembenahannya dan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri seperti yang terjadi selama ini.

“Semua pihak termasuk masyarakat harus membantu penanganan ini. Tidak perlu saling menyalahkan. Kami Kabupaten Bandung, Sumedang dan industri sepakat untuk penanganan banjir ini,”ungkapnya, Jumat.

Ia pun meminta semua pihak menyadari bahwa membuang sampah ke sungai itu berbahaya dan akan menghambat penanganan banjir. Selanjutnya, kata dia, pemerintah akan memberi kebijakan perihal pembenahan tata ruang agar pembangunan berjalan berjalan dalam koridornya.

Selain itu, lanjut Iwa, pihaknya meminta agar Apindo mengkoordinasikan anggotanya di kawasan tersebut untuk mengalirkan CSR membantu penanganan darurat yang tengah dilakukan terutama di lokasi industri masing-masing.

“Hasilnya, alhamdulilah sudah ada kesepakatan, tinggal teknisnya hari ini juga dibahas,” demikian antara. (tys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here