Anggota DPRD Jabar: Menggugat Ibu Kandung Tidak Sesuai dengan Ajaran Islam

0

Garut, Voiceofjabar.com – Kasus gugatan perdata senilai 1,8 miliar yang dilayangkan anak kandung dan menantunya, Yani Suryani dan Handoyo Adianto pada ibunya Siti Rokayah (83) memasuki babak baru. Yani dan Handoyo berencana naik banding.

Perihal tersebut mendapat sorotan dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dedi Hasan Bakhtiar.  Menurutnya, perkara tersebut ada baiknya tidak perlu memasuki tahap banding.  Sebab kasus ini bergulir dalam satu aliran darah. Antara anak dan ibu kandung. Ia menyarankan penggugat lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik daripada terus-terusan mempermasalahkannya.

“Sebagai anak kandung dan menantu sebaiknya melakukan komunikasi yang baik dengan ibu kandung, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Apalagi saat ini kondisi Siti Rokayah sedang sakit-sakitan,” ujarnya di Garut, Kamis, (6/7/2017).

Ia mengaku prihatin melihat semangat penggugat memperkarakan ibu kandungnya sendiri. Menurutnya sikap itu bertentangan dengan ajaran agama Islam yang mengajarkan bahwa anak harus hormat dan memuliakan ibu sebesar apapun kesalahannya.

“Itu yang mesti diingat oleh anak kandung dan menantunya,”katanya.

Ia menilai itikad baik ibu kandung yang akan membayar piutangnya sesuai dengan pinjaman, sebenarnya merupakan langkah baik yang seharusnya disambut oleh sang anak dengan ketulusan.

Kendati demikian, Dedi Hasan berharap Amih tidak terlalu  memikirkan proses banding yang saat ini tengah ditempuh oleh anak kandung dan menantunya itu.

“Amih harus memikirkan kesehatan, tidak usah terlalu serius memikirkan persoalan. Banyak, yang akan ikut memberi bantuan dalam menghadapi proses banding,” pungkasnya. (yef)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here