Ahmad Najib Qodratullah Sosialisasi 4 Pilar di Dayeuh Kolot

0

Bandung, Voiceofjabar.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Najib Qodratullah melaksanakan kegiatan sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara di kawasan Cangkuang Kulon, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Selasa (27/03/2019).

Menurutnya, melalui kegiatan sosialisasi empat pilar tersebut dalam rangka mengajak masyarakat agar lebih mengenal dan memahami landasan ideologi, konstitusi, komitmen kebangsaan serta semangat kesatuan dalam perbedaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang terangkum dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keempat pilar tersebut adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, peningkatan wawasan kebangsaan tersebut diharapkan membuahkan kesadaran masyarakat tentang arti penting keberadaan serta tugas lembaga pemerintahan, MPR/DPR dan DPD serta lebih menghargai nilai-nilai luhur bangsa.

“Masyarakat harus memahami tugas-tugas MPR/DPR dan DPD sebagai penjelmaan suara rakyat melalui pemilu. Diharapkan pula kegiatan ini dapat menjadi stimulus bagi anggota DPR/MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”terangnya.

Ia menegaskan nilai-nilai luhur empat pilar tersebut merupakan pondasi karakter bangsa yang harus tegak kokoh tertanam dalam jiwa anak-anak bangsa. Sebab, lanjut Najib, empat pilar ini merupakan titik pijak aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang menghantarkan kepada kesejahteraan dan keadilan.

“Saya secara pribadi sangat berharap agar sosialisasi ini betul-betul menjadi perangsang kesadaran semangat masyarakat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita terpecah belah karena perbedaan apapun itu. Kita harus bisa menyatu dalam perbedaan, kita dapat hidup rukun dalam kemajemukan agama dan ras,”ungkapnya.

Lebih dalam ia mengurai bahwa UUD 1945 adalah konstitusi tertinggi yang memuat aturan yang harus ditaati oleh segenap warga Negara Indonesia tanpa kecuali.

“Jika ada rambu-rambu lintas di jalan raya, kita juga harus bawa surat-surat kendaraan, itulah aturan yang tak boleh dilanggar. UUD 45 juga sama. Ada banyak pasal-pasal di sana yang wajib kita patuhi agar semuanya terarah”katanya.

Selanjutnya NKRI menjadi wadah bagi terwujudnya kesejahteraan bersama, jauh dari konflik dan kesenjangan. Karenanya, NKRI butuh penyangga yakni persatuan dan kesatuan bangsa dengan membentuk TNI maupun organisasi-organisasi sipil menjadi bagian dari upaya untuk mempertahankan NKRI.

“Konsep Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi prinsip untuk mempertahankan kecintaan terhadap negara dan bangsa. Prinsip ini harus diwariskan pada generasi muda kita agar melahirkan keteladanan sikap kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here