1074 Pesantren Jabar Lolos Seleksi Program OPOP Tahap I

0

BANDUNG, Voiceofjabar.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menghadiri acara temu bisnis antara pesantren dengan pihak pengusaha di Bandung, Selasa, (03/09).

Pertemuan itu dalam rangka membangun sinergi ekonomi antara pesantren dengan para pengusaha nasional melalui program OPOP (One Pesantren One Produk) yang digagas gubernur di awal tahun 2019.

Pesantren dipertemukan antara lain dengan ShafCo, TransMart, Aprindo, Pegadaian, Bio Farma, Tokopedia, Gakopsyah, Kadin, Best Brand, Yogya, Belibu, Ran, PT. Inti, BJB Sy, BukaLapak, Asephi, Sindangreret, Ampera, Hisana, Inagri, Superindo, Pindad, Kunafe, Floating Market, BNI Sy, Kartika sari, Angkasa Pura, ICSB, Amanda, Chocodot, Primarasa, Asabri, Blibli, GDAS, Len dan Telkom.

Sebanyak 1.074 pondok pesantren yang mengikuti program OPOP dinyatakan lolos tahap I. Pemprov Jabar pun menyediakan hadiah berupa temu bisnis, pelatihan dan pemagangan, bantuan penguatan modal usaha, pendampingan usaha, dan promosi produk melalui pameran.

“Selama ini pesantren mau berwirausaha, tapi ada yang tidak tau mau jual apa, modalnya dari mana, jualnya kemana. Oleh karena itu, lewat OPOP kita mendorong pesantren. kita memberi modal, mencari pembelinya juga. Ditambah dengan digitalisasi karena saat ini serba digital, termasuk pemasaran,” ungkap RK dalam sambutannya.

Sebelumnya tercatat sebanyak 1565 pesantren mengikuti program OPOP ini. Kemudian disaring lagi menjadi 1338 pesantren. Kemudian menjadi 1287 berhasil masuk seleksi tahap I yang dilakukan di tiap 27 kab/kota se-Jawa Barat.

Dari 1287 pesantren yang hadir ikut seleksi audisi, terjaring sebanyak 1074 pesantren yang berhak melaju lolos ke tahap selanjutnya. Nantinya, dari 1.076 ponpes akan dipilih 108 ponpes dengan produk terbaik pada seleksi tahap II. Kemudian, akan dipilih 10 ponpes dengan kategori produk terbaik tingkat provinsi.

“Mimpinya adalah ekonomi Jawa Barat yang besar, tidak hanya dikuasai oleh bisnis formal. Kita ingin ekonomi umat, yang titik simpulnya di Pesantren Bangkit,”katanya. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here